Our Secret Stage

Our Secret Stage

  • WpView
    Reads 12,200
  • WpVote
    Votes 517
  • WpPart
    Parts 44
WpMetadataReadComplete Sat, Aug 23, 2025
Katanya, cinta bukan sesuatu yang perlu disembunyikan. Namun bagi Lee Donghyuck dan Mark Lee, cinta mereka justru harus dijaga erat- tersimpan rapat di balik pintu studio, tersembunyi di balik tatapan dingin saat siaran langsung, dan terbungkam di antara ribuan pasang mata yang tak boleh tahu bahwa mereka adalah "kita". Mereka adalah idol. Dicintai oleh banyak orang. Tapi satu-satunya tempat mereka bisa saling memiliki adalah... di balik panggung. ✦ Menjalani hubungan diam-diam bukan masalah- hingga akhirnya, rasa cemburu, tekanan karier, dan suara fans mulai menyusup ke hati mereka. Lalu muncul satu pertanyaan: Apakah cinta yang tak bisa diumumkan... masih layak untuk diperjuangkan?
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • bubayi nakal🔞 [MARKHYUK]
  • A season called home 🍃 [Jichen] [On going]
  • Damn It! [2Jae/JaeJae]√
  • DADDY J [END]
  • Temen Tapi Demen
  • So lucky I am | Jichen
  • Jalang Milik Si CEO [MarkHyuck] [bp] END.
  • ANAKE PAK JO || JohnTen
  • [Revisi] My heart [Nomin Gs]
  • HIDDEN - MARKMIN

•mengandung 🔞🔞 •harap bijak saat membaca •jangan salah lapak semua ini berawal dari capung. anona amberiyn vergara, yang terlalu semangat mengejar serangga sampai lupa diri, menerobos masuk ke halaman rumah magmatra silas morvain- cowok paling galak dan paling anti-ribut, teguran pertama mereka bukan sesuatu yang manis. magma dengan nada datarnya yang tajam, amber dengan muka tengilnya yang sengaja menirukan cara magma berbicara, lengkap dengan ekspresi mengejek yang bikin darah naik. harusnya itu jadi pertemuan pertama dan terakhir. tapi amber bukan tipe yang tahu batas. besoknya dia lewat lagi, lusa-nya sengaja teriak lebih kencang, minggu depannya pura-pura nyari capung yang bahkan sudah tak pernah terlihat lagi. entah kenapa, halaman rumah magma jadi tempat favoritnya untuk cari masalah. magma selalu bilang dia terganggu. magma selalu bilang amber berisik. magma selalu bilang, "jangan masuk sembarangan." tapi magma juga selalu buka pagar. lama-kelamaan, yang awalnya cuman teguran berubah jadi obrolan yang awalnya cuma saling kesal berubah jadi kebiasaan, dan tanpa sadar, magma yang terkenal kaku dan sulit didekati itu mulai menuruti permintaan-permintaan kecil amber-ngambilin minum, nemenin duduk sore, bahkan membiarkan bocah itu rebahan sembarangan di ruang tamunya. amber terlalu manja. terlalu berani. terlalu sering senyum seolah tahu magma tidak benar-benar bisa marah, dan memang benar. magma tetap kesal setiap amber mengacak-acak hidupnya. fetap menghela napas setiap kali bocah itu mulai nakal berlebihan. tapi setiap kali batas itu dilewati, hukumannya cuman satu. "Go to the corner." amber akan berdiri menghadap tembok, pura-pura menyesal, walau kadang masih sempat tersenyum kecil karena tahu lima menit kemudian magma pasti datang menghampirinya duluan, karena pada akhirnya, yang paling tidak tahan bukan Donghyuck. Melainkan magma sendiri.

More details
WpActionLinkContent Guidelines