MY LOST HOUSE IN 2021

MY LOST HOUSE IN 2021

  • WpView
    Reads 203
  • WpVote
    Votes 31
  • WpPart
    Parts 11
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Jun 11, 2026
Bagi Ayla, Haikal adalah segalanya-rumah, pelindung, dan alasan untuk tetap percaya pada cinta. Tapi ketika semuanya runtuh tanpa peringatan, dia dipaksa menghadapi dunia sendirian, dengan hati yang penuh luka dan kenangan yang terlalu hidup untuk dilupakan. Ini bukan sekadar kisah cinta yang kandas. Ini tentang bagaimana seseorang mencari dirinya kembali setelah kehilangan bagian terpenting dari hidupnya. Bisakah hati yang patah disembuhkan? Atau ada cinta yang memang ditakdirkan hanya untuk menjadi kenangan?
All Rights Reserved
#19
romanasa
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • SASMITA CANDALA (21+)
  • I Won't Be the Tragic Fiancée (END)
  • Almost Married (END)
  • The Villain Mother
  • DOMINEX | The Crime Lock
  • Chasing Sanara
  • De Andere Weg (END)
  • Revenge Marriage (SELESAI)
  • The Last Yes!
  • Nala dan Mas Juragan

🔞⚠️Note: Cerita ini 21+ ya. Isinya untuk dewasa, mohon bijak dalam membaca. ****** Di Fakultas Ilmu Budaya tempat Andini menuntut ilmu, terdapat satu keanehan yang mencolok: seorang dosen bernama Bapak Mahapraja Hapsari. Setiap kali mengajar, beliau selalu mengenakan kain batik sebagai bawahan. Beliau tidak pernah mengenakan celana kain. Kain tersebut dipadupadankan dengan kemeja berwarna teduh, seperti krim, cokelat muda, putih gading, hijau pupus, dan sesekali merah muda. Penampilannya selalu tampak rapi dan konsisten. Pada awalnya, ketika baru memasuki semester pertama, Andini mengira bahwa hal tersebut hanyalah gaya berbusana biasa. Namun, hingga memasuki semester ketiga, gaya berpakaiannya tidak pernah berubah. Pada suatu siang, karena rasa ingin tahu yang besar, Andini memberanikan diri bertanya secara langsung dengan sopan dan santun. Ia bertanya mengapa beliau tetap mengenakan kain lebar yang terkesan gerah di cuaca panas seperti ini. Dosen yang bertubuh besar dan kekar dengan kulit berwarna cokelat mengilat itu tidak segera menjawab. Ia justru balik bertanya, "Kamu bukan orang Jawa asli, bukan?" "Iya, Pak. Saya orang Sunda. Ibu saya yang berdarah Jawa," jawab Andini. Pria itu bergumam pelan, "Sayang sekali." Wajahnya seketika tampak muram. "Jika kamu benar-benar ingin tahu, temui aku di ruanganku pukul lima sore," ujarnya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines