Make Us Happy! [TAMAT]

Make Us Happy! [TAMAT]

  • WpView
    Membaca 326
  • WpVote
    Vote 139
  • WpPart
    Bab 25
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Min, Jun 28, 2026
Rumah sejati bukan tentang atap yang kokoh atau perabotan yang mewah. Rumah adalah tempat di mana kita bisa rapuh tanpa takut diadili, tempat pulang saat dunia luar terlalu bising menghujat mental. ​Di Panti Asuhan Arunika, definisi rumah itu nyata. Meski tak sedarah, anak-anak di sana selalu punya cara untuk menertawakan kerasnya takdir. Namun, ketenangan itu terusik saat benang takdir mulai mengikat Jairo Mavendra, Atlanna Sadipta, dan Anvanya Raespati dalam problematika yang pelik. ​Hubungan mereka tidak rumit, hanya saja... sulit dijelaskan. Terikat oleh trauma masa lalu yang saling berkesinambungan, ketiganya kini harus bertaruh. Sanggupkah kakak beradik tak sedarah ini merebut kebahagiaan mereka, atau justru ikatan di Panti Arunika yang akan menjadi korbannya?
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#290
brokenhome
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • AKSARA [On Going]
  • Pluviophile [END]
  • My Hyunjin [Hyunjin ❣ Yeji]
  • Against The Fate Of Heaven
  • Nara family story
  • Home - Jeon Jungkook (Sequel kim Seokjin)
  • Ibu, Ledib Lelah. [Wijaya Wahyuda Angst Fanfiction.]
  • Our Story (END)
  • UTRAKSA
  • Saya Ayam Saya Diam

"Saat hujan turun, artinya dia sedang bercerita." "Oh, begitu. Omong-omong kamu suka hujan, ya?" "Ya, tapi aku lebih suka kamu, Aksara." ~~~ Gerimis yang enggan usai terus menaungi Kota Bogor, seolah ikut merayakan pilu yang tak berkesudahan. Namun, saat Aksara mengulurkan payung biru pada seorang gadis yang meringkuk kedinginan, kesedihan itu seakan menguap begitu saja. Di sepasang mata teduh namun penuh keberanian milik gadis itu, jantung Aksara berdegup tak karuan-bagaikan genderang yang ditabuh di tengah kesunyian. Gadis itu membalasnya dengan senyum tulus, hingga mampu menghangatkan dingin yang membekap Aksara. Ia menyambut payung yang terulur, dan keberanian pun mengisi dada Aksara untuk berjalan mendampinginya. Setiap langkah di sisi gadis itu, ia merasakan ada sesuatu tumbuh perlahan dari dalam lubuk hatinya. Apakah ini pertanda bahwa ia akan menemukan sebuah pelabuhan? Atau, hanyalah perasaan sesaat yang akan lenyap seiring redanya hujan? Copyright © 2025 by Alin

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan