
Rumah seharusnya menjadi tempat nyaman dan aman bagi setiap orang yang menyebutnya "keluarga". Suara keras yang saban hari bergemuruh di ruang keluarga dan juga meja makan menjadi momok untuk beberapa orang yang kurang beruntung. Salah satunya Arka Nirankara. Pemuda itu harus terjebak di dalam rentetan ingatan yang sangat menyiksanya sedari kecil. Ingatan itu terpendam dan mendendam di dalam hati. Diam terkadang jadi pilihan terbaik dalam setiap keputusan di hidup Arka, sehingga orang-orang melabeli dirinya sebagai pengecut. Akankah Arka mampu bertahan menyaksikan rentetan ingatan yang sangat ingin ia lupakan? Atau hanya membentuk pribadi layaknya patung dengan memori sempurna, tetapi sebenarnya cacat?All Rights Reserved