di antara kita

di antara kita

  • WpView
    Reads 16
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 10
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Jun 18, 2025
🌊 Ombak di Antara Kita Ada gemuruh yang tak terdengar dalam setiap lagu yang dinyanyikan Khalesha. Ia berdiri di atas panggung, seperti cahaya bulan yang menari di atas ombak. Banyak yang mengaguminya, tapi sedikit yang benar-benar melihat perih yang disembunyikan di balik matanya. Kehidupannya megah, tapi jiwanya hanyut-seperti kapal yang terlalu lama berlayar tanpa tahu arah pulang. πŸŒ™πŸŒŠ Di seberang kehidupan itu, berdirilah Alvaro dan Yudha-dua perwira angkatan laut yang telah lama terbiasa bicara dengan badai. Mereka bukan bagian dari dunia lampu sorot, tapi dari dunia laut yang mengajarkan diam lebih dalam dari kata-kata. Alvaro, seperti samudra biru: tenang, dalam, dan menyimpan rahasia. Yudha, seperti tepi pantai: hangat, tulus, dan selalu siap menjadi tempat bersandar. βš“πŸŒ¬οΈ Pertemuan mereka dengan Khalesha bukan rencana. Bukan takdir yang besar, hanya percikan kecil di pelabuhan- tapi justru dari sana, hati mulai bergetar. Alvaro terpikat, namun membungkam rasa. Yudha mengerti, dan memilih diam. Sebab tak semua perasaan harus diperjuangkan; beberapa cukup dikenang seperti matahari yang tenggelam perlahan. πŸŒ…πŸͺΈ Luna, sahabat Khalesha, adalah angin laut yang tidak terlihat, tapi terasa. Ia tidak memaksa masuk ke dalam cerita siapa pun, tapi selalu hadir ketika langit mulai kelabu. Ia menyayangi Yudha diam-diam, seperti ombak yang mencium pantai tanpa pernah bertanya, "Apakah kau juga menungguku?" 🌾🐚 🏝️ Tema Cerita Ini bukan tentang siapa yang memiliki siapa. Ini tentang perasaan yang mengalir seperti arus-mengelilingi, mendekap, dan kadang... melepaskan. Tentang cinta yang tidak berteriak, tapi tetap hidup seperti laut: diam, dalam, dan tak pernah benar-benar hilang. 🌊🫧
All Rights Reserved
#200
polisi
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • Blueprint Pelarian Villain
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA
  • The Time
  • Transmigrasi Ziora
  • GHAIKA (REVISI)
  • I'm Not Just a Figuran
  • GRAVARENZO
  • Tsundere Maniak Susu
  • EVANESCENT (HIATUS)

​Suara decit sepatu basket yang bergesekan dengan lantai semen SMA Nusantara Bakti seolah menjadi satu-satunya melodi yang akrab di telinga Arga. Matahari Jakarta yang menyengat di jam 12 siang sama sekali tidak ia gubris. Peluh membasahi jersey birunya, mengalir melewati leher dan hilang di balik kain yang sudah basah kuyup. ​Bagi Arga, hanya di lapangan ini dunia terasa jujur. Di sini, musuhnya jelas: ring basket dan lawan main. Tidak ada teriakan ibunya yang melengking menyalahkan takdir, tidak ada bau alkohol dari ayahnya yang pulang pagi membawa tumpukan utang baru, dan tidak ada beban rasa bersalah setiap kali melihat kakaknya pulang kerja dengan wajah pucat demi membiayai sekolahnya. ​"Arga! Berhenti main atau gue laporin ke BK karena bolos jam sejarah lagi!" ​Arga menghentikan dribel bolanya. Ia menoleh, menyeka keringat dengan punggung tangan, lalu menyeringai tipis melihat pengurus OSIS yang berdiri di pinggir lapangan dengan buku catatan. ​"Laporin aja," sahut Arga santai. "Ruang BK udah kayak rumah kedua buat gue, sekalian titip salam buat Pak Hendra." ​Di sisi lain koridor sekolah yang lebih dingin karena hembusan AC, melangkah sosok yang menjadi pusat gravitasi SMA Nusantara Bakti. Adrian. ​Setiap langkahnya terukur, seragamnya rapi tanpa cela, dan wajah blasterannya yang seolah dipahat langsung oleh malaikat, selalu memasang ekspresi datar yang sulit ditembus. Sebagai Ketua OSIS sekaligus putra tunggal dari pemilik Arsenio Group, Adrian adalah definisi kesempurnaan yang nyata. Hidupnya adalah garis lurus yang tenang, penuh fasilitas, dan kasih sayang yang melimpah. β€‹βŠΉ ΰ£ͺ οΉπ“ŠοΉπ“‚οΉβŠΉ ΰ£ͺ Λ–βŠΉ ΰ£ͺ οΉπ“ŠοΉπ“‚οΉβŠΉ ΰ£ͺ Λ– WARNING ⚠ - bΓ—b - BL lokal - Mpreg - ini cerita bl, awas jangan salah lapak. - banyak typo bertebaran.

More details
WpActionLinkContent Guidelines