cage without bars

cage without bars

  • WpView
    Reads 162
  • WpVote
    Votes 17
  • WpPart
    Parts 9
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Jun 19, 2025
Warning!!⚠️⚠️ ini cerita ganda putra/ bl ya... jangan pada salah lapak💐💐 description~ Mael Drevyn Vale percaya cinta adalah langit. Tapi ketika ia jatuh untuk pertama kalinya, ia tak sadar bahwa langit itu- hanya lukisan di dinding sangkar. Soren Alestair Nyx datang seperti simfoni: manis, lembut, dan tak tergantikan. Ia tahu apa yang Mael suka, tahu bagaimana membuatnya tertawa, tahu bagaimana mengisi celah yang bahkan Mael tak sadar ia miliki. Tapi cinta yang terlalu sempurna... mungkin bukan cinta, melainkan kendali yang dibungkus perhatian. Dan ketika Mael mulai kehilangan batas antara realita dan rasa takut, satu hal menjadi jelas: Seseorang mengawasinya. Seseorang mencintainya terlalu dalam- Cinta pertama yang datang dengan senyum dan puisi. Tapi di balik kelembutan itu, tersembunyi obsesi yang tak bisa membuatnya tidak bisa lari. -Dan saat cinta berubah menjadi pengawasan dan perhatian jadi jerat yang tak terlihat "Burung ini tak akan terbang kecuali ia mempunyai langit, Mael. Dan langitnya... hanya aku yang bisa memberi." -Soren Alestair Nyx Ini cerita dengan konflik ringan kok🤗🤗 ga ada orang ketiga dan hanya kisah cinta yang terlalu dalam~ jalan ceritanya cepet, bahkan ini cuma jadi short story🤒 Sebelum baca follow akun ku dulu yaaa~ jangan lupa vote & komen💐💐 selamat membaca🫰🫰
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Nala dan Mas Juragan
  • Stand by Me (END+LENGKAP)
  • Kembang Desa
  • Rencana Pensiun Dini Nona Villain
  • Hello Mr. Komrad (Complete)
  • Salah Status
  • Nakula
  • Prahara Lamaran [END]
  • Candu Sentuhan Sahabat Hyper
  • EGLLAR MY PERFECT HUSBAND [END]

Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kanala Ayudia Kirana (22) diminta oleh keluarganya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan di ibu kota. Namun, Nala menolak dengan alasan tidak ingin menyia-nyiakan gelar di belakang namanya. Ia bersikeras ingin mencari pengalaman kerja selama satu tahun terlebih dahulu sebelum benar-benar menetap di kampung. Keluarganya akhirnya menyetujui, dengan satu syarat: Nala hanya boleh bekerja selama satu tahun, tidak lebih. Sayangnya, baru tiga bulan bekerja di salah satu perusahaan ternama, Nala menyerah. Tekanan pekerjaan yang tinggi dan lingkungan kantor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya membuatnya kehilangan semangat. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan berdiam diri di kosan, tanpa keberanian untuk memberi tahu keluarganya. Raras-ibu Nala-yang kemudian mengetahui anak bungsunya sudah tidak bekerja lagi, segera mendesaknya untuk pulang. Sebelum Nala sempat menolak, Raras lebih dulu mengancam tidak akan lagi mengirimkan uang bulanan. Terpojok dan kehabisan pilihan, Nala akhirnya menyerah. Ia berkemas dan pulang ke kampung halamannya. Namun siapa sangka? Di antara hamparan sawah dan hari-hari yang membosankan di warung milik ayahnya, hadir Hanggara Wiratama (31), juragan tanah sekaligus pemilik peternakan ayam terbesar di desa tetangga, selain itu ia juga menjalankan usaha jual-beli beras yang ia bangun dari nol, tak lupa dengan usahanya di kota yang tidak banyak diketahui orang. Sosoknya yang tenang dan apa adanya membuat Nala belajar bahwa pulang bukan berarti kalah, melainkan menemukan tempat untuk tumbuh. Bersamanya, Nala menyadari bahwa tidak semua mimpi harus dikejar jauh ke kota, sebagian justru menunggu untuk ditemukan di rumah.

More details
WpActionLinkContent Guidelines