Balada Sang Pengumpul Mayat

Balada Sang Pengumpul Mayat

  • WpView
    GELESEN 115
  • WpVote
    Stimmen 30
  • WpPart
    Teile 30
WpMetadataReadAbgeschlossene Geschichte Di., Juli 1, 2025
352 Mirandi. Matilda Tengah membubarkan diri dan melahirkan zona netral baru. Sebuah wilayah di tengah-tengah benua yang menarik diri dari konflik antara Timur dan Barat. Ia menjadi satu-satunya di benua. Akan tetapi, tidak semua hal bagus benar-benar bagus. Karena tepat ketika kabar gembira akan kelahiran wilayah bebas konflik tersebut, juga turut lahir kemalangan untuk satu dua orang. Ruqya, misalnya. Seorang pengumpul mayat yang kehilangan sang adik sekian minggu Zona Netral tadi berdiri. Memulai hidup dari awal, beradaftasi pada kebijakan dan pemerintahan baru, serta sambil menyusun teka-teki keberadaan si adik, ia tertatih meniti puncak kehidupannya. Merayap dari seorang pengumpul mayat, mendaftar ke Kesatuan Khusus Kuil Widupa, dan menjelajah tanah asing. Ruqya kini memulai perjalanannya mencari sang adik ....
Alle Rechte vorbehalten
#121
negara
WpChevronRight
Werde Teil der größten Geschichtenerzähler-CommunityErhalte personalisierte Geschichtenempfehlungen, speichere deine Favoriten in deiner Bibliothek und kommentiere und stimme ab, um deine Community zu vergrößern.
Illustration

Vielleicht gefällt dir auch

  •   My Switched Daughter END
  • Just let me live, Duke!
  • Sin of The Villainess
  • 𝐎𝐍𝐄 𝐒𝐇𝐎O𝐓🔞 •VKOOK
  • New life, New problems [END]
  • GALEN PRADIPTA
  • The Duke'S Red String
  • Transmigrasi: The Villain's Stepmother
  • Shaenette: Skenario Kedua
  • A Family of Villains

Elia, gadis kecil berusia tujuh tahun, sudah dipaksa mengamen oleh ibunya sejak usia empat tahun. Hidupnya hanya dipenuhi bentakan, rasa lapar, dan malam-malam tanpa pelukan. Ia tak tahu rasanya disayang-dan perlahan, ia berhenti berharap. Sampai suatu malam, Elia tertidur dalam tangis dan terbangun di dunia novel yang pernah ia lihat di lapak buku bekas. Ia berada dalam tubuh seorang anak kecil berusia empat tahun-putri kandung dari keluarga kaya, yang ditukar oleh pembantunya sejak bayi. Akibatnya, si anak kandung justru tumbuh dalam perlakuan kejam, dikucilkan, dan dijadikan pelayan di rumah sendiri, karena keluarga aslinya tidak tahu kebenarannya. Kisah dalam novel itu berawal dari kematian sang ibu saat melahirkan, tanpa pernah tahu bahwa bayinya telah ditukar. Sementara anak kandung si pembantu, yang dibesarkan sebagai anak majikan, justru hidup penuh kasih sayang dan tumbuh menjadi anak sombong yang suka merendahkan anak pelayan-yang sebenarnya adalah darah daging keluarga itu sendiri. Di sinilah Elia berperan sebagai bayi yang tertukar-yang kini menjadi "pelayan kecil" di rumah orang tua kandungnya. Jalan takdir yang tertulis dalam novel tetap berjalan: sejak usia empat tahun, Elia (dalam tubuh baru) menerima perlakuan kasar dari perempuan yang mengaku sebagai ibunya. Baginya, asalkan bisa makan, itu sudah cukup. Ia menerima takdir barunya dengan pasrah. Kasih sayang? Ia tak berani menginginkannya lagi. Ia takut, kalau berharap... akhirnya hanya akan kecewa. Namun tanpa disadari, keluguannya, kepolosannya, tingkah lucunya, dan suara cadelnya-perlahan mulai mencuri perhatian ayah kandung dan ketiga abang yang tak pernah tahu... siapa dia sebenarnya.

Mehr Details
WpActionLinkInhaltsrichtlinien