Liah dan Sistem yang Tak Terlihat

Liah dan Sistem yang Tak Terlihat

  • WpView
    Reads 5
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Jun 16, 2025
Di malam yang sunyi, Liah duduk di atap rumah kecilnya. Langit begitu luas, penuh bintang, tapi yang ia rasakan hanyalah sunyi. Sunyi dari suara yang benar-benar mengerti. Dunia terasa seperti teka-teki rumit yang tak pernah selesai. "Apa memang semuanya seperti ini? Sistem dunia... mengapa terasa tidak adil?" gumamnya. Ia memeluk lututnya, memandang ke langit. Ia bukan sekadar ingin melihat bintang. Ia ingin berdialog dengan mereka. Ia ingin tahu apakah benar ada kehidupan lain di luar sana, di balik planet-planet asing, atau dimensi yang belum terjamah. Tapi di bumi, Liah merasa terjebak dalam dunia yang terlalu cepat, terlalu penuh ambisi, terlalu banyak aturan tak tertulis. "Kalau aku punya alat... alat yang bisa membalik sistem ini... atau meloloskanku darinya..." Ia tak menyelesaikan kalimat itu. Tapi itulah benihnya. Benih dari sebuah pencarian panjang.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • "Beneath Her Forbidden Touch"[END]
  • Chana's Transmigrasi
  • REGAN's Crazy Wife
  • Mission
  • Drama di Pintu Kosan
  • karakter kecil ini mengasuh keluarga iblis?! {S2}
  • BACKSTREET
  • Change The Plot (Niel)

Elara Vionette tidak pernah mempertanyakan pekerjaan ibunya. Baginya, Livia Asteria hanyalah seorang pelayan yang pulang setiap malam dengan tubuh lelah dan senyum lembut. Sampai suatu hari, ibunya jatuh sakit. Dan Elara diminta menggantikannya. Rumah itu besar. Terlalu besar untuk menyimpan rahasia sekecil apa pun. Pernikahan sang nyonya dan suaminya hanyalah kontrak tanpa cinta. Lorong-lorongnya dipenuhi keheningan. Dan di balik pintu hitam dengan gagang emas itu... ada sesuatu yang tak pernah Elara bayangkan. Valeria Devianne tidak pernah tertarik pada siapa pun. Dingin. Tinggi. Elegan. Tak tersentuh. Sampai ia melihat putri pelayannya. Apa yang awalnya hanya rasa ingin tahu... berubah menjadi sesuatu yang lebih dalam. Lebih gelap. Lebih berbahaya. Karena beberapa rasa lapar tidak pernah benar-benar hilang. Mereka hanya menunggu untuk diwariskan. Dan Elara tidak tahu... bahwa malam pertama ia mengetuk pintu itu, ia sedang melangkah masuk ke dalam kelaparan yang bukan miliknya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines