Resonansi Caltha

Resonansi Caltha

  • WpView
    Reads 2
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Jul 15, 2025
Tahun 2489 Di orbit satelit ketiga Planet Serya, manusia telah menaklukkan peradaban bintang, namun kehilangan arah. Dunia diatur oleh dewan galaksi, dan setiap individu diberi takdir sejak lahir. Tidak ada lagi kebebasan untuk bermimpi-kecuali bagi mereka yang berani melawan waktu. Segarana adalah seorang penjelajah waktu yang membelot dari dewan. Ia mencuri Resonator, sebuah perangkat kuno yang konon dapat membuka jalur ke masa lalu-dan ke rahasia yang terlupakan. Dalam pelariannya, ia menemukan sinyal aneh "Namaku Caltha. Aku dari tahun 2024. Aku tak tahu siapa kau, tapi sejak gelombang waktumu menyentuh pikiranku, aku bermimpi tentang bintang-bintang yang tak pernah kulihat." Sinyal itu bukan sekadar anomali. Ia adalah panggilan. Dan Segarana memilih untuk menjawabnya.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • 𝔈𝔱𝔥𝔬𝔩𝔬𝔤𝔶 𝔬𝔣 𝔇𝔦𝔰𝔰𝔬𝔠𝔦𝔞𝔱𝔦𝔬𝔫 || Jayhoon (Pending)
  • The Butterfly's Mask: ( Jaeyong ) - END
  • Male lead Antagonist
  • I Am In Novel?!!
  • Murid Sialan
  • Sorry Mr. Husband (END)
  • Transmigrasi Cepat: Teratai Putih Kembali Populer

Sunghoon, seorang psikiater muda berbakat, mendapat tugas khusus dari dokter senior yang juga menjadi mentornya: menangani seorang pasien dengan Dissociative Identity Disorder (DID). Kasus ini bukan kasus biasa, pasien bernama Jay tersebut memiliki tujuh kepribadian berbeda, masing-masing dengan sifat, emosi, dan cara berpikir yang saling bertolak belakang. Awalnya, Sunghoon menganggap ini sebagai tantangan profesional semata. Namun, seiring sesi terapi berjalan, satu per satu kepribadian Jay mulai muncul, membuka lapisan demi lapisan trauma masa lalu yang selama ini terkubur. Setiap kepribadian membawa potongan cerita yang berbeda. Ada yang protektif, ada yang agresif, ada pula yang rapuh seperti anak kecil. Tanpa disadari, Sunghoon mulai terjerat lebih dalam. Ia menemukan bahwa trauma Jay memiliki keterkaitan dengan masa lalunya sendiri-sebuah benang merah yang seharusnya mustahil ada antara dokter dan pasien. Hubungan profesional perlahan berubah menjadi konflik batin yang rumit, mempertanyakan batas antara empati, tanggung jawab, dan rasa bersalah. Ketika kebenaran akhirnya terungkap, sebuah plot twist besar mengguncang segalanya: hubungan antara Sunghoon dan Jay jauh lebih dekat daripada yang mereka bayangkan. Masa lalu yang terputus kini menuntut jawaban, dan proses penyembuhan tidak lagi hanya tentang Jay, tetapi juga tentang Sunghoon sendiri.

More details
WpActionLinkContent Guidelines