Perempuan Yang Tak Lagi Sama

Perempuan Yang Tak Lagi Sama

  • WpView
    Reads 1,685
  • WpVote
    Votes 57
  • WpPart
    Parts 18
WpMetadataReadComplete Tue, Jun 17, 2025
Ia pernah disakiti, pernah patah. Tapi hidup memaksanya untuk bangkit-bukan demi siapa-siapa, melainkan demi dirinya sendiri. Kini, ketika masa lalu dan masa depan bersisian di ambang pintu, ia harus memilih: tetap bertahan... atau membuka ruang yang baru. Ini adalah kisah tentang pulih, tentang percaya lagi, dan tentang cinta yang tak selalu datang dalam bentuk yang kita kira. #1 secondchance
All Rights Reserved
#90
bugis
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Hal-Hal yang Tidak Kita Katakan
  • Dendam Siera
  • Pernikahan Alisya
  • [TAMAT] Kembali Berlabuh
  • SUNRISE AT HANGANG RIVER (Ex-Broken Heart)
  • Aku Memilih Pulih
  • Aku Melepasmu, Bahagia Bersamanya
  • Hasrat
  • 𝐎𝐍𝐄 𝐒𝐇𝐎O𝐓🔞 •VKOOK
  • Dirimu Bukan Yang Dahulu(The Ends)

Tidak ada yang pernah benar-benar siap kehilangan seorang anak. Kirana melahirkan... lalu pulang dari rumah sakit dengan tangan kosong. Sejak hari itu, hidupnya seperti berhenti. Hari-harinya sunyi. Dan hatinya tertinggal di satu titik yang tak bisa ia lewati. Di saat yang sama, kehidupan Arya justru berada di puncaknya. Sebagai dalang yang namanya semakin dikenal, panggung demi panggung memanggilnya, disambut tepuk tangan, dipuja penonton. Namun di balik gemerlap itu, rumahnya perlahan kosong. Kesunyian menemukan celah. Dan dari panggung yang sama, seorang sinden bernama Rarasati hadir... terlalu dekat. Kirana tidak langsung menyadarinya. Ia terlalu sibuk berduka. Sampai akhirnya, ia mulai melihat sesuatu yang tak bisa lagi diabaikan. Tidak ada tangisan. Tidak ada amarah. Dengan tenang... dan harga diri yang utuh, Kirana memilih bangkit. Ia kembali bekerja. Pp dirinya dari nol. Dan di sanalah ia bertemu Dana, seorang lelaki yang tidak pernah memaksa, namun perlahan mengisi ruang yang selama ini kosong. Saat Arya akhirnya tersadar, semuanya sudah terlambat. Karena ada satu hal yang paling menakutkan bagi seorang lelaki: seorang perempuan tidak selalu pergi karena orang lain... kadang ia pergi karena hatinya... sudah selesai.

More details
WpActionLinkContent Guidelines