The Remembering: Elion and Elara

The Remembering: Elion and Elara

  • WpView
    Reads 168
  • WpVote
    Mga Boto 9
  • WpPart
    Mga Parte 26
WpMetadataReadMatureKumpleto Wed, Aug 6, 2025
WpInfo
Fiction
Fantasy
"Aku tidak tahu namamu saat itu. Tapi jiwaku menangis saat menatap matamu." Anne selalu merasa bahwa dunia ini bukan satu-satunya tempat di mana ia pernah hidup. Sejak kecil, mimpi-mimpinya dipenuhi oleh seorang pria asing-mata gelapnya seperti menyimpan ribuan janji yang tak pernah ditepati. Ia tidak tahu siapa dia. Tapi hatinya tahu... dia nyata. Wang Junkai adalah bintang besar yang dikelilingi cahaya. Tapi dalam diam, ia menyimpan kehampaan yang tidak bisa dijelaskan. Hingga malam-malam tertentu terasa lebih berat. Seolah ada seseorang yang memanggilnya dari dimensi yang terlupakan. Ketika jiwa yang saling kehilangan mulai mengingat, mereka akan dituntun-bukan oleh logika, tetapi oleh cahaya yang tak terlihat di dunia ini. Ini bukan cerita tentang cinta biasa. Ini tentang dua jiwa yang menunggu ratusan tahun... untuk kembali saling menemukan. Dan jika kamu mengingatku... maka aku akan pulang padamu.
All Rights Reserved
Sumali sa pinakamalaking komunidad ng pagkukuwentoMakakuha ng personalized na mga rekomendasyon ng kuwento, i-save ang iyong mga paborito sa iyong library, at magkomento at bumoto para lumago ang iyong komunidad.
Illustration

Magugustuhan mo rin ang

  • Ibu Tiri Menolak Mati di Kehidupan ke-7
  • A Family of Villains
  • Transmigrasi Menjadi Seorang Figuran (TAMAT)
  • The Duke's Red String (Lengkap - Pre Order)
  • ROSALINE - I will be The Real Antagonist
  • EVAELGA: OBSESI BRONDONG
  • AS : The Side Character's Rebirth
  • Rumah Untuk Sang Tiran (Tahap Revisi)
  • Transmigrasi: The Villain's Stepmother
  • Sin of The Villainess

Enam kali mati dibunuh tepat di usia 22 tahun. Di kehidupan ketujuh, Ravenna menolak menjadi mangsa. Sebagai seorang mantan pendidik, Ravenna tahu cara terbaik menghukum orang bodoh bukanlah dengan air mata, melainkan dengan merampas apa yang paling mereka hargai. Maka, ia membatalkan pertunangannya dengan Putra Mahkota secara elegan, mengosongkan brankas ayahnya, dan menyerahkan diri kepada pria paling berbahaya di benua itu-Grand Duke Alaric von Blackwood, sang Monster Utara. Tawarannya sangat sederhana: "Jadikan aku istri kontrak selama lima tahun. Aku akan mendidik dua anakmu dan menjadi perisai politik dari hukum Istana. Setelah anak-anakmu aman, ceraikan aku dengan pesangon emas." Bagi Ravenna, ini hanyalah transaksi bisnis. Ia hanya ingin selamat dari maut dan pensiun dengan tenang. Namun, logika dan rencananya gagal meramalkan satu hal... Dua anak tiri yang konon 'monster' itu kini menangis memeluk kakinya, enggan dilepaskan. Sementara sang Grand Duke yang terkenal berhati beku? Pria itu menatap Ravenna dengan sorot posesif yang menggelapkan akal sehat. "Kau yang memulai permainan ini, Istriku. Jangan harap aku akan melepaskan apa yang sudah menjadi milikku."

Karagdagang detalye
WpActionLinkMga Alituntunin ng Nilalaman