The Remembering: Elion and Elara

The Remembering: Elion and Elara

  • WpView
    Reads 167
  • WpVote
    Votes 9
  • WpPart
    Parts 26
WpMetadataReadMatureComplete Wed, Aug 6, 2025
"Aku tidak tahu namamu saat itu. Tapi jiwaku menangis saat menatap matamu." Anne selalu merasa bahwa dunia ini bukan satu-satunya tempat di mana ia pernah hidup. Sejak kecil, mimpi-mimpinya dipenuhi oleh seorang pria asing-mata gelapnya seperti menyimpan ribuan janji yang tak pernah ditepati. Ia tidak tahu siapa dia. Tapi hatinya tahu... dia nyata. Wang Junkai adalah bintang besar yang dikelilingi cahaya. Tapi dalam diam, ia menyimpan kehampaan yang tidak bisa dijelaskan. Hingga malam-malam tertentu terasa lebih berat. Seolah ada seseorang yang memanggilnya dari dimensi yang terlupakan. Ketika jiwa yang saling kehilangan mulai mengingat, mereka akan dituntun-bukan oleh logika, tetapi oleh cahaya yang tak terlihat di dunia ini. Ini bukan cerita tentang cinta biasa. Ini tentang dua jiwa yang menunggu ratusan tahun... untuk kembali saling menemukan. Dan jika kamu mengingatku... maka aku akan pulang padamu.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  •   My Switched Daughter END
  • A Family of Villains
  • Just let me live, Duke!
  • The Duke'S Red String
  • Sin of The Villainess
  • 𝐎𝐍𝐄 𝐒𝐇𝐎O𝐓🔞 •VKOOK
  • New life, New problems [END]
  • Transmigrasi: The Villain's Stepmother
  • GALEN PRADIPTA
  • Shaenette: Skenario Kedua

Elia, gadis kecil berusia tujuh tahun, sudah dipaksa mengamen oleh ibunya sejak usia empat tahun. Hidupnya hanya dipenuhi bentakan, rasa lapar, dan malam-malam tanpa pelukan. Ia tak tahu rasanya disayang-dan perlahan, ia berhenti berharap. Sampai suatu malam, Elia tertidur dalam tangis dan terbangun di dunia novel yang pernah ia lihat di lapak buku bekas. Ia berada dalam tubuh seorang anak kecil berusia empat tahun-putri kandung dari keluarga kaya, yang ditukar oleh pembantunya sejak bayi. Akibatnya, si anak kandung justru tumbuh dalam perlakuan kejam, dikucilkan, dan dijadikan pelayan di rumah sendiri, karena keluarga aslinya tidak tahu kebenarannya. Kisah dalam novel itu berawal dari kematian sang ibu saat melahirkan, tanpa pernah tahu bahwa bayinya telah ditukar. Sementara anak kandung si pembantu, yang dibesarkan sebagai anak majikan, justru hidup penuh kasih sayang dan tumbuh menjadi anak sombong yang suka merendahkan anak pelayan-yang sebenarnya adalah darah daging keluarga itu sendiri. Di sinilah Elia berperan sebagai bayi yang tertukar-yang kini menjadi "pelayan kecil" di rumah orang tua kandungnya. Jalan takdir yang tertulis dalam novel tetap berjalan: sejak usia empat tahun, Elia (dalam tubuh baru) menerima perlakuan kasar dari perempuan yang mengaku sebagai ibunya. Baginya, asalkan bisa makan, itu sudah cukup. Ia menerima takdir barunya dengan pasrah. Kasih sayang? Ia tak berani menginginkannya lagi. Ia takut, kalau berharap... akhirnya hanya akan kecewa. Namun tanpa disadari, keluguannya, kepolosannya, tingkah lucunya, dan suara cadelnya-perlahan mulai mencuri perhatian ayah kandung dan ketiga abang yang tak pernah tahu... siapa dia sebenarnya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines