Takdir Yang Tidak Diduga

Takdir Yang Tidak Diduga

  • WpView
    Reads 86
  • WpVote
    Votes 12
  • WpPart
    Parts 10
WpMetadataReadComplete Thu, Jul 3, 2025
WpInfo
Fiction
Romance
Cerita ini menceritakan dua insan yang memiliki takdir yang tidak mereka duga hanya karna sebuah pertemuan singkat yang tidak sengaja Rania Syafira Humaira , seoarang gadis remaja yang cantik dan menawan memiliki sikap yang sulit ditebak namun suatu hal membuat semuanya berubah Suatu hari,Rania ingin pergi untuk sholat Magrib bersama teman temannya dimasjid pesantren. Ia dipertemukan dengan seorang pemuda tampan yang saat itu sedang berjalan kemasjid juga untuk menunaikan sholat Muhammad Zidan Abiyyu , pemuda tampan yang memilili gelar Gus, orangnya baik namun cuek dengan wanita yang bukan mahram nya. Dia baru saja mennyelesaikam pe didikannya di Kairo setelah beberapa tahun dan baru kembali untuk membantu abi nya mengelolah pesantern. "ini jaket,pakai nanti seraga kamu basah. Payung itu gak bakal pastiin kamu kering" Gus Zidan memberikan jaketnya "tak perlu gus lagian nanti gus nya pakai apa udah payungnya saya pakai trus jaketnya juga" ucap Rania ___________________________________________ 17 juni 2025
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Mulih (END)
  • Nala dan Mas Juragan
  • Sweetly Tied
  • GARWO KINASIH SANG DALANG (DELETE SEBAGIAN)
  • DOMINEX | The Crime Lock
  • EINSTEIN [END]
  • The Last Yes!
  • The Mafia's Sinful Obsession
  • Círculo del Destino

GPH Giandra Abisatya Soetjipto, penerus adipati Danadyaksa, tahu bahwa jalan hidupnya sudah ditentukan jauh sebelum ia sempat memilih. Yang tidak ada dalam ekspektasi Gian adalah bertemu dengan Aurea Danika, seorang Senior Consultant dari Jakarta yang sedang rekreasi bersama teman-teman kantornya ke Pura Danadyaksa dan tiba-tiba masuk ke perpustakaan milik pura yang seharusnya tidak terbuka untuk umum. "Dan aku dengan enaknya manggil kamu Gian gitu aja? Aku bakal kena hukum adat kah, Gi? Eh, Gusti?" "Santai aja, Re. Temen-temenku juga udah tau aku siapa tapi masih manggilnya Gian, kadang Bro, kadang Nyet, kadang-serius, Re. Aman aja. Masyarakat Solo aja juga kadang manggilnya Mas, kok. Gapapa, ini bukan zaman kerajaan dulu." Dari perpustakaan tua ke Pasar Gede, dari malam-malam di ruang kerja hingga sarapan bersama keluarga yang tidak pernah mereka rencanakan, Rea dan Gian menemukan sesuatu yang tidak mereka cari. Tapi di balik tembok Pura Danadyaksa, ada kepentingan yang lebih besar dari perasaan dan harga yang harus dibayar untuk setiap pilihan yang dibuat. Mulih : Pulang, kembali ke rumah (Illustrations of Rea and Gian were drawn by @hi.buttery on Instagram)

More details
WpActionLinkContent Guidelines