THE BOY'5 [SUDAH TERBIT! ]

THE BOY'5 [SUDAH TERBIT! ]

  • WpView
    Reads 158
  • WpVote
    Votes 55
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Sep 17, 2025
WpInfo
Fiction
Romance
----------☆ Kalau kata orang uang bukan segalanya, begitupula dengan kepintaran dan kepandaian. Semua kebahagiaan memiliki tingkatnya masing-masing. Semakin bahagia dia, mungkin sebelumnya dia sangat terpuruk dibandingkan kebahagiaan itu sendiri. Atau... mungkin? Kedepannya akan lebih buruk dari yang hari ini. THE BOY'5 - Itulah yang kerap kali orang sebut teruntuk kelima lelaki seleksi TOP 10 SMA NOMAD PANCASILA 01. SMA biasa yang mencoba menjadi 'luar biasa' dengan kemampuan prestasi anak-anaknya. Namun, untuk mencapai semua itu tidaklah mudah. Mungkinkah mereka akan bertahan pada jalan hidup mereka masing-masing yang memiliki masalah keluarga yang berbeda-beda? "Motto kita satu aja. '𝘑𝘢𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘣𝘢𝘱𝘦𝘳𝘢𝘯. 𝘓𝘰 𝘤𝘰𝘸𝘰𝘬, 𝘢𝘯𝘫𝘪𝘳. 𝘎𝘢𝘬 𝘶𝘴𝘢𝘩 𝘮𝘦𝘯𝘨𝘦𝘭𝘢𝘬. 𝘔𝘦𝘯𝘥𝘪𝘯𝘨 𝘬𝘪𝘵𝘢 𝘢𝘵𝘢𝘴𝘪 𝘮𝘢𝘴𝘢𝘭𝘢𝘩 𝘬𝘪𝘵𝘢 𝘣𝘢𝘳𝘦𝘯𝘨-𝘣𝘢𝘳𝘦𝘯𝘨. 𝘓𝘰 𝘨𝘢𝘬 𝘤𝘦𝘳𝘪𝘵𝘢, 𝘭𝘰 𝘢𝘭𝘢𝘺, 𝘢𝘯𝘺𝘪𝘯𝘨, ' " ungkap 𝐈𝐛𝐚𝐫𝐞𝐤𝐢 𝐒𝐚𝐛𝐢𝐞𝐥 𝐀𝐪𝐝𝐚𝐫𝐞𝐬, selaku ketua mereka. "Lo ngomong kaya' gitu aneh, bang! Pelopor 𝘮𝘰𝘵𝘵𝘰 nya bukan lo, 'kan?! " tuduh 𝐑𝐞𝐚𝐠𝐚𝐧 𝐄𝐝 𝐉𝐮𝐚𝐧𝐝𝐚 -si paling rusuh tapi sering jadi 𝘔𝘰𝘰𝘥𝘣𝘰𝘰𝘴𝘵𝘦𝘳 mereka- dengan penuh curiga. "Gue tahu, itu pasti Alfy yang bikin. " 𝐇𝐚𝐯𝐢𝐞𝐫 𝐌𝐚𝐫𝐜𝐡𝐞𝐥𝐥𝐢𝐧𝐨 𝐀𝐱𝐚𝐫𝐚 -si manusia pendiam tapi paling peka- ikut menuduh. "Gue malu. Jujur. " 𝐄𝐤𝐡𝐭𝐚𝐫𝐚 𝐒𝐚𝐧𝐳𝐞𝐚𝐧𝐢𝐭𝐡 sebagai yang paling terkenal pun menggeleng tersenyum getir. "WUSSHH KEREN BEGETE GILAKKK! " seru 𝐀𝐥𝐟𝐫𝐞𝐝
All Rights Reserved
#150
originalstory
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • Blueprint Pelarian Villain [END]
  • EVANESCENT (HIATUS)
  • The Time
  • I'm Not Just a Figuran
  • GRAVARENZO
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA
  • GHAIKA (REVISI)
  • Transmigrasi Ziora
  • Tsundere Maniak Susu

​Suara decit sepatu basket yang bergesekan dengan lantai semen SMA Nusantara Bakti seolah menjadi satu-satunya melodi yang akrab di telinga Arga. Matahari Jakarta yang menyengat di jam 12 siang sama sekali tidak ia gubris. Peluh membasahi jersey birunya, mengalir melewati leher dan hilang di balik kain yang sudah basah kuyup. ​Bagi Arga, hanya di lapangan ini dunia terasa jujur. Di sini, musuhnya jelas: ring basket dan lawan main. Tidak ada teriakan ibunya yang melengking menyalahkan takdir, tidak ada bau alkohol dari ayahnya yang pulang pagi membawa tumpukan utang baru, dan tidak ada beban rasa bersalah setiap kali melihat kakaknya pulang kerja dengan wajah pucat demi membiayai sekolahnya. ​"Arga! Berhenti main atau gue laporin ke BK karena bolos jam sejarah lagi!" ​Arga menghentikan dribel bolanya. Ia menoleh, menyeka keringat dengan punggung tangan, lalu menyeringai tipis melihat pengurus OSIS yang berdiri di pinggir lapangan dengan buku catatan. ​"Laporin aja," sahut Arga santai. "Ruang BK udah kayak rumah kedua buat gue, sekalian titip salam buat Pak Hendra." ​Di sisi lain koridor sekolah yang lebih dingin karena hembusan AC, melangkah sosok yang menjadi pusat gravitasi SMA Nusantara Bakti. Adrian. ​Setiap langkahnya terukur, seragamnya rapi tanpa cela, dan wajah blasterannya yang seolah dipahat langsung oleh malaikat, selalu memasang ekspresi datar yang sulit ditembus. Sebagai Ketua OSIS sekaligus putra tunggal dari pemilik Arsenio Group, Adrian adalah definisi kesempurnaan yang nyata. Hidupnya adalah garis lurus yang tenang, penuh fasilitas, dan kasih sayang yang melimpah. ​⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖ WARNING ⚠ - b×b - BL lokal - Mpreg - ini cerita bl, awas jangan salah lapak. - banyak typo bertebaran.

More details
WpActionLinkContent Guidelines