Before It All Ends

Before It All Ends

  • WpView
    Reads 3
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Jul 3, 2025
Setra dan Kinaya punya satu kesamaan, selalu datang pagi. Kebiasaan itu tertanam sendirinya. Tanpa menyapa, tanpa berbicara satu sama lain, kursi taman, dua lagu yang dinyanyikan Setra-telah mengawali paginya selama 3 tahun berakhir. Keheningan yang nyaman, nyanyian yang menghentikan hiruk-pikuk yang berenang di kepala. Ada yang berbeda di dua hari terakhir, sebelum penentuan kelulusan. Setra dengan sengaja menyanyikan lirik yang salah, menjadi pemantik percapakan yang tak pernah dimulai. Keduanya memiliki alasan mengapa selalu datang lebih cepat ke sekolah ... tentang mengapa Setra selalu datang lebih cepat meski kunci gerbang telah diamanatkan kepada Kinaya-selaku Osis-tentang mengapa Setra baru memulai lagunya ketika Kinaya tiba? Cerita mereka dimulai, dan diakhiri di sana. Short Story by Cicarae | OBVIOUSLY not written by AI!
All Rights Reserved
#67
lulus
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • The Time
  • Tsundere Maniak Susu
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA
  • GHAIKA (REVISI)
  • EVANESCENT
  • Blueprint Pelarian Villain
  • I'm Not Just a Figuran
  • Transmigrasi Ziora
  • GRAVARENZO

​Suara decit sepatu basket yang bergesekan dengan lantai semen SMA Nusantara Bakti seolah menjadi satu-satunya melodi yang akrab di telinga Arga. Matahari Jakarta yang menyengat di jam 12 siang sama sekali tidak ia gubris. Peluh membasahi jersey birunya, mengalir melewati leher dan hilang di balik kain yang sudah basah kuyup. ​Bagi Arga, hanya di lapangan ini dunia terasa jujur. Di sini, musuhnya jelas: ring basket dan lawan main. Tidak ada teriakan ibunya yang melengking menyalahkan takdir, tidak ada bau alkohol dari ayahnya yang pulang pagi membawa tumpukan utang baru, dan tidak ada beban rasa bersalah setiap kali melihat kakaknya pulang kerja dengan wajah pucat demi membiayai sekolahnya. ​"Arga! Berhenti main atau gue laporin ke BK karena bolos jam sejarah lagi!" ​Arga menghentikan dribel bolanya. Ia menoleh, menyeka keringat dengan punggung tangan, lalu menyeringai tipis melihat pengurus OSIS yang berdiri di pinggir lapangan dengan buku catatan. ​"Laporin aja," sahut Arga santai. "Ruang BK udah kayak rumah kedua buat gue, sekalian titip salam buat Pak Hendra." ​Di sisi lain koridor sekolah yang lebih dingin karena hembusan AC, melangkah sosok yang menjadi pusat gravitasi SMA Nusantara Bakti. Adrian. ​Setiap langkahnya terukur, seragamnya rapi tanpa cela, dan wajah blasterannya yang seolah dipahat langsung oleh malaikat, selalu memasang ekspresi datar yang sulit ditembus. Sebagai Ketua OSIS sekaligus putra tunggal dari pemilik Arsenio Group, Adrian adalah definisi kesempurnaan yang nyata. Hidupnya adalah garis lurus yang tenang, penuh fasilitas, dan kasih sayang yang melimpah. ​⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖ WARNING ⚠ - b×b - BL lokal - Mpreg - ini cerita bl, awas jangan salah lapak. - banyak typo bertebaran.

More details
WpActionLinkContent Guidelines