Mereka pernah jatuh cinta begitu dalam. Aruna dengan cinta yang keras dan penuh keyakinan. Sementara Rana dengan kelembutan, keindahan, dan... pengkhianatan. Dua tahun silam, hubungan mereka hancur berantakan. Aruna memilih pergi, membawa serta dendam yang menghitamkan setiap kenangan. Rana tertinggal, berkubang dalam rasa bersalah, menanggung luka yang tak pernah benar-benar ia obati. Waktu berlalu. Luka seharusnya sembuh, bara seharusnya padam. Tapi malam itu, di sebuah café kecil ketika hujan turun, takdir mempertemukan mereka kembali. Sorot mata yang sama, senyum yang masih menghantui, rindu yang enggan mati-semua menyeruak tanpa permisi. Amarah yang dipendam Aruna selama bertahun-tahun beradu dengan penyesalan yang dibawa Rana. Dan di balik tatap mata penuh kebencian itu, ada sesuatu yang jauh lebih berbahaya: hasrat yang tak pernah padam. Cinta dan dendam kembali bertarung dalam satu ruang. Sentuhan berubah menjadi arena perebutan kuasa. Kedekatan fisik menjadi bahasa baru untuk luka lama. Pertanyaannya bukan lagi apakah mereka masih saling mencintai-karena jawabannya sudah jelas. Pertanyaannya adalah: Apakah cinta itu akan menebus mereka... atau menghancurkan keduanya sekali lagi? -- Vote biar aku semangat nulisnya!
More details