Guru Pembeku Senyum

Guru Pembeku Senyum

  • WpView
    Reads 249
  • WpVote
    Votes 33
  • WpPart
    Parts 25
WpMetadataReadMatureComplete Tue, Nov 25, 2025
WpInfo
Fiction
Romance
Selamat datang di SMP Karya Bakti, Dendang, tempat di mana semangat belajar murid-murid layu sebelum berkembang. Kenakalan merajalela, PR menjadi mitos, dan KKM adalah angka khayalan. Para guru sudah lelah, nyaris putus asa. Namun, kedatangan Pak Ari, seorang guru IPA dari kota dengan paras menawan dan kecerdasan di atas rata-rata, membawa secercah harapan-sekaligus ketakutan. Dikenal sebagai "guru pembeku senyum" karena auranya yang dingin dan tatapan matanya yang tajam, Pak Ari memilih kesabaran sebagai senjatanya, bukan kekerasan. Bisakah ketegasan tanpa amarah menaklukkan tembok kemalasan? Akankah sentuhan ilmu pengetahuan alam mampu mengubah masa depan anak-anak Dendang yang terbiasa dengan kerasnya kehidupan sawah dan laut?
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • AGAM [terbit]
  • Ketos Galak
  • AURELLIA; Antagonist Girl [END]
  • SEPTIHAN
  • ZiAron [END]
  • Yes! Mr. Husband | TERBIT✓
  • ALTHAN: Best Papa !
  • THEORUZ
  • Warning: Physical Distancing! [COMPLETED]
  • RICARDO : DANGEROUS HUSBAND
  • Annela
  • Sabila untuk Asher
  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • ALTEZZA [New Version]
  • It's My Destiny
  • ARZELEON ( END )
  • DIA ANGKASA
  • The Story Of Janeta
  • Ya Umma Awlaadii 'NaZa' || On Going

Mari follow terlebih dahulu 💋 *** Leyla termangu sesaat. Sebuah pistol di todongkan tepat di keningnya. "Masih mau bermain-main, hm?" Yang di tanya pun menggeleng cepat. "Berikan senjata itu!" Perintah Agam. Dengan patuh Leyla mengeluarkan pistol tersebut dari dalam tas. Ia tidak langsung memberikan senjata itu pada pria menyeramkan ini. Entah keberanian dari mana, Leyla malah balik menodongkan pistol itu ke arah Agam. Dorr Satu peluru lolos mengenai dada Agam. Bukannya kesakitan, ia malah terkekeh membuat Leyla kebingungan. "Gadis bodoh!" Dengan gerakan cepat diambilnya senjata itu dari tangan gadis tersebut. "Masih mau bermain-main ternyata," ucap Agam menampilkan senyum smirk nya. Leyla sendiri sudah tak sadarkan diri akibat aksi bodohnya barusan.

More details
WpActionLinkContent Guidelines