They Said, Destiny

They Said, Destiny

  • WpView
    Reads 5
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Jun 17, 2025
Airin itu dapet julukan cegil dari anak kelas nya, kenapa gitu? karna dia ngejer cinta nya yaitu anak kelas sebelah secara ugal ugalan! Mulai dari nyatain perasaan, ngasih snack, scrapbook, sampe buket bunga. Reaksi yang di kejer? Aduuhh jangan kan ngasih feedback, ngelirik si Airin pun engga, padahal ya Airin itu cakep, gemes, pinter banyak mapel (kecuali mtk), disayang guru karna supel, social butterfly, dan banyak yang suka juga. Makanya satu sekolah bingung kenapa si Elio, cowo yang dikejer sama Airin ini malah stecu (setelan cuek). 10 tahun berselang, si Airin malah dapet fakta kalo selama ini Elio juga suka sama dia??! Plot twist macam apa ini?!!!
All Rights Reserved
#411
gemes
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Blueprint Pelarian Villain
  • Tsundere Maniak Susu
  • GHAIKA (REVISI)
  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • EVANESCENT (HIATUS)
  • I'm Not Just a Figuran
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA
  • Transmigrasi Ziora
  • The Time
  • GRAVARENZO

Flora Severian terbangun sebagai Hazellette Ashcroft, istri Duke dalam novel fantasi sejarah. Figuran yang akan dihancurkan oleh tokoh utama wanita, Mantan kekasih Duke, anak pelayan yang ditakdirkan merebut segalanya, karakter badass yang membuat hubungan Hazellette dengan suaminya kandas. Flora mengerti satu hal begitu masuk ke novel, Jika dia bertahan dia akan dihancurkan, karena itu pilihan Flora hanya kabur... menghapus namanya dari cerita. Dalam novel ini, istri Duke tidak akan pernah diselamatkan. Hazelletta akan disingkirkan... lalu dilupakan. Dia harus membuat dunia percaya dia mati. Lalu tokoh utama akan mengambil alih segalanya dan cerita berjalan tanpanya. Asal bisa hidup tenang Hazel tidak peduli apapun. Tapi takdir tidak pernah benar-benar berteman dengannya. Karena anak yang dia tinggalkan bukan anak biasa. "Jika aku kembali suatu hari, apa dunia ini masih akan memberiku tempat?" -Hazellette Ashcroft- "Kuburkan petinya! Itu hanya peti kosong. Aku akan menemukannya kembali... apa pun bentuknya. Istriku terlalu cerdas untuk mati begitu saja." -Gillian L. Grandwood-

More details
WpActionLinkContent Guidelines