Sombra de tu amor

Sombra de tu amor

  • WpView
    LECTURAS 46
  • WpVote
    Votos 7
  • WpPart
    Partes 5
WpMetadataReadContenido adultoContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación mié, jul 9, 2025
"Kau bilang kau mencintaiku, tapi mengapa rasanya seperti tali yang mencekik?" Anya terjebak dalam pesona Rivan, pria yang menjanjikan dunia dengan senyumnya, namun menyembunyikan kegelapan di balik matanya. Di antara tali sutra merah dan bisikan manis yang berubah menjadi ancaman, Anya menyerah pada cinta yang menghancurkan. Ketika rahasia kelam Rivan terungkap-jaringan kekuasaan, pengkhianatan, dan korban yang hancur-Anya menyadari bahwa kebebasan datang dengan harga mahal: penyesalan yang membakar jiwa. Dengan USB berisi bukti yang bisa menghancurkan Rivan, Anya berjuang melawan paranoia, ancaman, dan bayang-bayang masa lalunya. Akankah dia membebaskan diri dari cengkraman Rivan, atau tenggelam dalam penyesalan yang tak pernah usai? Dan Lisa, sahabat yang mencoba menyelamatkannya, akankah menjadi cahaya atau korban berikutnya? Peringatan: Cerita ini mengandung tema hubungan toksik, manipulasi emosional, kekerasan ringan, dan adegan seksual eksplisit (21+). Tidak untuk pembaca yang sensitif terhadap konten kelam. Tag: #DarkRomance #ToxicLove #BDSM #Mature #Emotional #Mystery #Crime Catatan Penulis: Siap menyelami kegelapan cinta yang mematikan? Tulis prediksi kalian di kolom komentar dan vote untuk mendukung perjalanan Anya! Update bab baru setiap minggu! 💔
Todos los derechos reservados
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • GRAVARENZO
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA
  • GHAIKA (REVISI)
  • Blueprint Pelarian Villain
  • Tsundere Maniak Susu
  • EVANESCENT
  • The Time
  • Transmigrasi Ziora
  • I'm Not Just a Figuran

​Suara decit sepatu basket yang bergesekan dengan lantai semen SMA Nusantara Bakti seolah menjadi satu-satunya melodi yang akrab di telinga Arga. Matahari Jakarta yang menyengat di jam 12 siang sama sekali tidak ia gubris. Peluh membasahi jersey birunya, mengalir melewati leher dan hilang di balik kain yang sudah basah kuyup. ​Bagi Arga, hanya di lapangan ini dunia terasa jujur. Di sini, musuhnya jelas: ring basket dan lawan main. Tidak ada teriakan ibunya yang melengking menyalahkan takdir, tidak ada bau alkohol dari ayahnya yang pulang pagi membawa tumpukan utang baru, dan tidak ada beban rasa bersalah setiap kali melihat kakaknya pulang kerja dengan wajah pucat demi membiayai sekolahnya. ​"Arga! Berhenti main atau gue laporin ke BK karena bolos jam sejarah lagi!" ​Arga menghentikan dribel bolanya. Ia menoleh, menyeka keringat dengan punggung tangan, lalu menyeringai tipis melihat pengurus OSIS yang berdiri di pinggir lapangan dengan buku catatan. ​"Laporin aja," sahut Arga santai. "Ruang BK udah kayak rumah kedua buat gue, sekalian titip salam buat Pak Hendra." ​Di sisi lain koridor sekolah yang lebih dingin karena hembusan AC, melangkah sosok yang menjadi pusat gravitasi SMA Nusantara Bakti. Adrian. ​Setiap langkahnya terukur, seragamnya rapi tanpa cela, dan wajah blasterannya yang seolah dipahat langsung oleh malaikat, selalu memasang ekspresi datar yang sulit ditembus. Sebagai Ketua OSIS sekaligus putra tunggal dari pemilik Arsenio Group, Adrian adalah definisi kesempurnaan yang nyata. Hidupnya adalah garis lurus yang tenang, penuh fasilitas, dan kasih sayang yang melimpah. ​⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖ WARNING ⚠ - b×b - BL lokal - Mpreg - ini cerita bl, awas jangan salah lapak. - banyak typo bertebaran.

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido