Aku yang Mencintaimu

Aku yang Mencintaimu

  • WpView
    Reads 822
  • WpVote
    Votes 77
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadComplete Mon, Sep 15, 2025
Kamu dan Bogor
All Rights Reserved
#225
chika
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • We Had Rules (Kathkit)
  • Don't play with us because we are the number one Strongest Mafia (Delshel) S2
  • FREYANA
  • Kagum (NaySha) END
  • FOR SISTER
  • Closer [Cella] (SEDANG PRE ORDER)
  • Bukan Rumah || JKT48
  • I LOVE YOU [End]√√
  • Way Back Home
  • 𝐉𝐀𝐍𝐉𝐈 𝐒𝐀𝐌𝐔𝐃𝐑𝐀 [ 𝙀𝙉𝘿 ]

Sinopsis : Angeloz Cerrie Narendra adalah nama yang selalu diagungkan di sekolah. Sejak duduk di bangku sekolah dasar hingga menengah atas, ia tak pernah sekali pun turun dari posisi teratas. Prestasi, jabatan, pujian, semuanya selalu jatuh ke tangannya. la adalah sosok sempurna yang dikagumi semua orang. Semua orang, kecuali Irene Kay Grizelle. Bagi Irene, Angeloz bukan sekadar murid berprestasi. Ia adalah rival abadinya. Nama yang selalu berdiri satu langkah di atasnya. Nilai yang hanya terpaut tipis namun tetap tak pernah bisa ia kalahkan. Semua perbandingan yang terus menyeret nama mereka berdua dalam satu napas membuat Irene semakin muak padanya. Namun kebencian itu berubah menjadi sesuatu yang jauh lebih rumit saat mereka menginjak kelas sebelas. Ayah Angeloz, Seandeo George Narendra, membawa pulang seorang wanita bernama Shaniva Grazielle wanita yang ternyata adalah ibu Irene. Tanpa persetujuan siapa pun, keduanya memutuskan untuk menikah, mengubah Irene dan Angeloz menjadi saudara tiri dalam semalam. Lelucon terburuk dalam hidup Irene dimulai sejak saat Rival yang paling ia benci kini menjadi orang yang harus ia temui setiap hari, tinggal di bawah atap yang sama, dan perlahan menghancurkan batas yang seharusnya tak pernah disentuh. Sampai suatu malam, ketika rumah sedang kosong dan tak ada siapa pun selain mereka berdua, sesuatu terjadi. Sesuatu yang membuat hubungan mereka tak lagi bisa disebut sekadar kebencian. "That crossed the line, Angeloz." Irene menatapnya dengan rahang mengeras, menahan marah sekaligus gemetar oleh sesuatu yang tak ingin ia akui. "I'm trying not to lose control." Tatapan Angeloz jatuh tepat ke matanya, penuh emosi yang terlalu kacau untuk diterjemahkan. "We're stepsiblings." Itu seharusnya menjadi akhir. Sebuah batas. Sebuah pengingat. Tapi bagaimana jika kebencian yang terlalu lama dipelihara justru berubah menjadi sesuatu yang lebih berbahaya?

More details
WpActionLinkContent Guidelines