Once, We Were One

Once, We Were One

  • WpView
    Reads 7
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Jun 18, 2025
WpInfo
Fanfic
1Direction
Nasya dan Malik-dua siswa yang tumbuh saling mengenal, saling menyukai, tapi tak cukup siap untuk apa yang datang setelahnya. Saat lulus SMA, Nasya memilih jalan yang tak biasa: gap year keliling Indonesia, bergabung dalam program sosial yang membawanya jauh dari kota, dari kenyamanan, dan dari... Malik. Hubungan yang awalnya manis, perlahan retak oleh jarak, waktu, dan asumsi. Mereka putus-bukan karena berhenti mencinta, tapi karena terlalu banyak yang tak sempat dijelaskan. Setahun kemudian, Nasya kembali. Kini ia mahasiswa yang bekerja sebagai barista di sela-sela kuliah, meski lahir dari keluarga berada. Sementara Malik-masih ada di kota yang sama, dengan luka yang sama, dan tatapan yang tak pernah benar-benar berubah saat menatap Nasya. Mereka bertemu lagi. Di tempat-tempat yang tak terduga. Dalam percakapan yang lebih dewasa, tapi tetap menyimpan rasa lama. Namun, apakah perasaan yang tumbuh di masa lalu punya tempat untuk pulih di masa sekarang? Atau, cukup dengan tahu bahwa beberapa rasa memang tidak perlu ditegaskan ulang-cukup dirasa... dalam diam?
All Rights Reserved
#791
kisahsekolah
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • The Time
  • GRAVARENZO
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA
  • EVANESCENT (HIATUS)
  • Tsundere Maniak Susu [DITERBITKAN]
  • Blueprint Pelarian Villain [END]
  • Transmigrasi Ziora
  • I'm Not Just a Figuran
  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • GHAIKA (REVISI)
The Time

Tiga tahun Jeselyn Ananta menghabiskan waktunya mengejar bayang-bayang tunangan nya, Leon Gamalio. Baginya, Leon adalah segalanya. Namun, malam itu mengubah segalanya. Hantaman keras sebuah truk di persimpangan jalan gelap membuat nya berada di ambang maut, dalam koma yang panjang, jiwa Jeselyn melayang masuk ke sebuah masa depan yang tak pernah ia bayangkan. Ia melihat dirinya sendiri dalam versi yang lebih dewasa, lebih rapuh, dan hancur di tengah kemewahan sebuah rumah megah. "Mau ke mana lagi?" tanya Jeselyn masa depan dengan suara serak akibat tangis. "Menemani wanita yang sedang mengandung anakku," jawab Leon dingin, tanpa sedikit pun menoleh. Kenyataan pahit itu menghujam jantung Jeselyn. Pernikahan yang ia impikan ternyata hanyalah penjara tanpa cinta.

More details
WpActionLinkContent Guidelines