Setengah Kopi

Setengah Kopi

  • WpView
    Reads 1,419
  • WpVote
    Votes 48
  • WpPart
    Parts 10
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jun 28, 2015
Novel ini saya buat tahun 2015 dan telah saya remake ulang di tahun 2021 ini. Semoga kalian menikmati ulang novel ini. _________________________________ Wanita itu menatapnya dalam diam. Tapi pikirannya berjaga-jaga. Berharap lelaki yang gemar menyumbu bibir cangkir kopi itu tak melumat lidahnya. Itu semacam penghinaan baginya. Meski ia sangat tergoda untuk menggoda, tapi jika yang digoda tergoda, maka Susi enggan lagi menggoda. Wahyu menyipitkan pupil dibalik kontak lensa berwarna hitamnya. Ia fokus pada mata yang dihadapinya. Ingin menyelami, tapi ia selalu harus putar otak untuk membujuk pecinta teh itu agar mau membuatkan secangkir kopi untuknya. Jika ia tak bisa menyelami hati wanita ini, bagaimana kehidupannya nanti jika wanita yang ingin dipersuntingnya tak mau tahu hal yang paling membuatnya menikmati dunia.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Latte but Make it Love
  • Satpam Skripsi
  • Kopi pahitku
  • Torn Between Tommorows [TERBIT]
  • Coffee Shop Serendipity [ ON GOING ]
  • Come Back to Bed 1
  • Coffee Cantata
  • ONLY YOU(只有你)
  • A Cup Of Coffee (Done)

Rania, seorang penulis skrip drama yang tengah dihantam badai writer's block pasca kesuksesan besar, memutuskan untuk melarikan diri dari gemerlap kota menuju ketenangan sebuah kota kecil. Mencari udara segar dan ide baru, namun tanpa sengaja, Rania menemukan sebuah kedai kopi mungil yang dikelola oleh Wildan Jevandra-seorang barista dingin yang lebih memilih aroma buku tua daripada obrolan basa-basi. Namun, takdir punya caranya sendiri untuk bermain-main. Sebuah naskah drama-curahan hati dan imajinasi seorang Rania-tak sengaja jatuh ke tangan Wildan. Dari balik cangkir cappuccino pertama yang hangat hingga kritikan pedas Wildan tentang karakter stereotip, sebuah hubungan tak terduga mulai terjalin. Bisakah kopi pahit dan manis ini menjadi resep cinta yang sesungguhnya, atau justru hanya akan meninggalkan jejak rasa yang sementara?

More details
WpActionLinkContent Guidelines