Briana's Dan Lonceng Terakhir

Briana's Dan Lonceng Terakhir

  • WpView
    LECTURAS 32
  • WpVote
    Votos 6
  • WpPart
    Partes 3
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación jue, jun 19, 2025
WpInfo
Ficción
Romance
Di sebuah sudut kecil kota yang tak pernah benar-benar tidur, dentang logam dari sarung tinju yang membentur samsak terdengar nyaring, mengalahkan suara hujan yang mengguyur atap seng. Di dalam gym tua yang dindingnya dihiasi poster-poster petarung legendaris, seorang gadis muda berdiri tegak. Napasnya berat, pelipisnya berkeringat, tapi matanya... matanya tak pernah goyah. Briana. Namanya mungkin tak tercetak di koran, tak dielu-elukan dalam sorakan penonton, tapi semangatnya telah lama meninju lebih keras dari siapa pun. Ia bukan hanya bertarung di atas ring-ia bertarung melawan harapan yang diingkari orang tuanya, melawan prasangka bahwa perempuan tak seharusnya memar dan berdarah demi mimpi, melawan rasa takut dalam dirinya sendiri. Dan setiap kali lonceng berbunyi, entah itu di latihan atau pertarungan nyata, Briana tahu satu hal: selama napasnya masih ada, ia tidak akan menyerah. Badai boleh datang, luka boleh menganga, tapi tekadnya adalah sesuatu yang tak bisa dihantam atau dihancurkan. Karena baginya, ring bukan hanya tempat bertarung-itu adalah rumah. Dan di rumah, ia tak akan pernah mundur.
Todos los derechos reservados
#131
sport
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • GRAVARENZO
  • Transmigrasi Ziora
  • The Time
  • Tsundere Maniak Susu
  • GHAIKA (REVISI)
  • EVANESCENT (HIATUS)
  • I'm Not Just a Figuran
  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • Blueprint Pelarian Villain [END]
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA

[FOLLOW SEBELUM MEMBACA] Gravarenzo Kairos Ferdezeus. Meski berwajah datar pemuda tampan yang menjabat sebagai Ketua geng DrakeZeus itu memiliki pembawaan yang tenang. Namun justru ketenangan itulah yang menjadi sumber ketakutan terbesar bagi banyak orang, membuat siapa pun berpikir dua kali untuk berani mengusiknya. Tapi tidak bagi perempuan yang satu ini. Alih-alih gentar untuk mendekat, ia justru menerobos. Meski sadar bahwa perasaan cintanya kerap berakhir dengan penolakan, ia tak pernah memilih untuk menyerah. Hingga akhirnya, sebuah kesempatan hadir, membuka awal baru yang tak pernah disangka oleh keduanya....

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido