Rembulan tak pernah menyangka, hari pertamanya di SMA akan jadi awal dari kisah yang tak pernah ia bayangkan. Dalam hiruk pikuk masa orientasi, matanya bertemu dengan sosok yang tak dikenalnya-seorang kakak kelas dengan gitar di tangan dan mata yang menyimpan langit. Sejak saat itu, nama itu, wajah itu, terus menghantui pikirannya.
Baskara, si gitaris dari ekskul seni yang seolah tak tersentuh. Dan Altair, sahabat lama yang perlahan kembali mendekat.
Bandung menjadi saksi pertemuan ulang, perjalanan rasa, dan keputusan-keputusan yang tak selalu mudah. Karena cinta pertama tak selalu jadi yang terakhir, tapi ia akan selalu jadi yang paling diingat.
Dear you, remember?
Tiga tahun Jeselyn Ananta menghabiskan waktunya mengejar bayang-bayang tunangan nya, Leon Gamalio. Baginya, Leon adalah segalanya.
Namun, malam itu mengubah segalanya.
Hantaman keras sebuah truk di persimpangan jalan gelap membuat nya berada di ambang maut, dalam koma yang panjang, jiwa Jeselyn melayang masuk ke sebuah masa depan yang tak pernah ia bayangkan.
Ia melihat dirinya sendiri dalam versi yang lebih dewasa, lebih rapuh, dan hancur di tengah kemewahan sebuah rumah megah.
"Mau ke mana lagi?" tanya Jeselyn masa depan dengan suara serak akibat tangis.
"Menemani wanita yang sedang mengandung anakku," jawab Leon dingin, tanpa sedikit pun menoleh.
Kenyataan pahit itu menghujam jantung Jeselyn. Pernikahan yang ia impikan ternyata hanyalah penjara tanpa cinta.