Di balik wajah dingin dan reputasi buruk Janendra Tama Wijaya, tersembunyi luka masa lalu yang belum sembuh. Seorang mahasiswa yang kaya raya, cerdas, namun arogan, menyimpan amarah yang tak pernah reda pada ayah kandung dan ibu tirinya, yang dianggapnya telah menghancurkan hidup keluarganya.
Hidupnya mulai berubah ketika ia bertemu Jeenaira Tanisvara Wangsatama -mahasiswa baru yang tak sengaja menumpahkan minuman ke sepatu mahalnya. Berbeda dengan orang lain yang membenci atau menghindarinya, Jeenaira justru menerima perlakuannya dengan sabar dan sopan. Gadis itu lembut, kalem, dan terlalu baik bahkan untuk membalas satu pun kata-kata kasarnya.
Janendra pun mulai mempermainkannya-menjadikannya pelampiasan dari segala dendam dan kekesalan. Tapi semakin ia menguji batas kesabaran Jeenaira, semakin ia terjebak dalam ketulusan dan ketenangan gadis itu. Tanpa ia sadari, tembok kebekuan di dalam dirinya mulai retak.
Jeenaira tumbuh dari keluarga yang penuh cinta-ayah, ibu, dan dua kakak laki-lakinya mendidiknya dalam kasih sayang dan kelembutan. Itulah yang membentuknya menjadi gadis yang penuh empati, sabar, dan selalu percaya bahwa setiap manusia memiliki sisi baik di dalam dirinya. Termasuk... Janendra.
Yang awalnya hanya permainan balas dendam kecil, perlahan berubah menjadi pelajaran tentang menerima, mengerti, dan menyembuhkan. Hati Janendra yang beku mulai mencair, tapi mampukah ia berani berubah saat masa lalu masih membayanginya?
Cold Until Then adalah kisah tentang pertemuan dua dunia. Satu keras karena luka, satu lembut karena cinta. Tentang bagaimana kehangatan yang tulus bisa meluluhkan dingin yang membatu.
All Rights Reserved