Hi, Tokyo 1997!

Hi, Tokyo 1997!

  • WpView
    Reads 83
  • WpVote
    Votes 43
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Jun 21, 2025
WpInfo
Fiction
Romance
Semenjak Orang tua Akira meninggal dunia, akibat kecelakaan. Membuat Akira yang tak seperti dulu lagi. Akira yang dulu sangat ceria dan ramah, dan Akira yang sekarang sebaliknya. Sekarang ia berubah, sifat nya yang kini menjadi pendiam, cuek, dan dingin. Orang-orang yang berteman dengannya dulu, kini perlahan-lahan meninggalkan nya. Sebab itu, Akira tidak akan mempercayai orang-orang, kecuali Akito Ryusuke-Anak pertama sekaligus Abang Akira. Akira selalu mempercayai perkataan Akito. Walaupun Akito jarang pulang karena berkulit di Universitas di kota sebelah. Tapi, Akito sering menyempatkan untuk pulang kerumah nya, walau hanya sebentar. Akira sempat berkunjung ke Book Shop yang tak jauh dari sekolah nya. Ia tengah mengincar sebuah buku novel yang tersedia dia Book Shop tersebut. Lalu, semuanya berawal dari situ. Kini kehidupan yang dingin kini meleleh. Apa yang terjadi setelah itu? Apa yang terjadi dengan Akira? Bagaiman kelanjutan nya? Ato segera baca cerita ku! jangan lupa vote semua Bab-nya! 😻💋
All Rights Reserved
#658
soft
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA
  • Transmigrasi Ziora
  • EVANESCENT (HIATUS)
  • I'm Not Just a Figuran
  • Tsundere Maniak Susu
  • GRAVARENZO
  • The Time
  • GHAIKA (REVISI)
  • Blueprint Pelarian Villain [END]

​Suara decit sepatu basket yang bergesekan dengan lantai semen SMA Nusantara Bakti seolah menjadi satu-satunya melodi yang akrab di telinga Arga. Matahari Jakarta yang menyengat di jam 12 siang sama sekali tidak ia gubris. Peluh membasahi jersey birunya, mengalir melewati leher dan hilang di balik kain yang sudah basah kuyup. ​Bagi Arga, hanya di lapangan ini dunia terasa jujur. Di sini, musuhnya jelas: ring basket dan lawan main. Tidak ada teriakan ibunya yang melengking menyalahkan takdir, tidak ada bau alkohol dari ayahnya yang pulang pagi membawa tumpukan utang baru, dan tidak ada beban rasa bersalah setiap kali melihat kakaknya pulang kerja dengan wajah pucat demi membiayai sekolahnya. ​"Arga! Berhenti main atau gue laporin ke BK karena bolos jam sejarah lagi!" ​Arga menghentikan dribel bolanya. Ia menoleh, menyeka keringat dengan punggung tangan, lalu menyeringai tipis melihat pengurus OSIS yang berdiri di pinggir lapangan dengan buku catatan. ​"Laporin aja," sahut Arga santai. "Ruang BK udah kayak rumah kedua buat gue, sekalian titip salam buat Pak Hendra." ​Di sisi lain koridor sekolah yang lebih dingin karena hembusan AC, melangkah sosok yang menjadi pusat gravitasi SMA Nusantara Bakti. Adrian. ​Setiap langkahnya terukur, seragamnya rapi tanpa cela, dan wajah blasterannya yang seolah dipahat langsung oleh malaikat, selalu memasang ekspresi datar yang sulit ditembus. Sebagai Ketua OSIS sekaligus putra tunggal dari pemilik Arsenio Group, Adrian adalah definisi kesempurnaan yang nyata. Hidupnya adalah garis lurus yang tenang, penuh fasilitas, dan kasih sayang yang melimpah. ​⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖ WARNING ⚠ - b×b - BL lokal - Mpreg - ini cerita bl, awas jangan salah lapak. - banyak typo bertebaran.

More details
WpActionLinkContent Guidelines