Seteguk Kopi Sebelum Mati

Seteguk Kopi Sebelum Mati

  • WpView
    LECTURES 87
  • WpVote
    Votes 8
  • WpPart
    Chapitres 3
WpMetadataReadEn cours d'écriture
WpMetadataNoticeDernière publication mar., avr. 28, 2026
WpInfo
Histoires vraies
Setiap perjalanan hidup akan ada kalanya kita merasa ingin menyerah di tengah perjalanan, namun siapa peduli? keputusan yang kita ambil tidak akan berpengaruh pada waktu yang terus berjalan, hanya saja berpengaruh besar pada diri kita sendiri. Baik menyerah ataupun lanjut melangkah, semua tergantung pada diri, pahit manisnya perjalanan hanya diri kita yang tau pasti. Semua pandang mata akan tertuju kepada dirimu ketika mereka membutuhkanmu. Note: Just POV! Jika ada kesalahan dalam penulisan mohon berikan masukkan dan saran, terima kasih.
Tous Droits Réservés
#412
anaktengah
WpChevronRight
Rejoignez la plus grande communauté de conteursObtiens des recommandations personnalisées d'histoires, enregistre tes préférées dans ta bibliothèque, commente et vote pour développer ta communauté.
Illustration

Vous aimerez aussi

  • "Beneath Her Forbidden Touch"[END]
  • karakter kecil ini mengasuh keluarga iblis?! {S2}
  • Change The Plot (Niel) ✓
  • Chana's Transmigrasi
  • Mission
  • BACKSTREET
  • Drama di Pintu Kosan
  • REGAN's Crazy Wife

Elara Vionette tidak pernah mempertanyakan pekerjaan ibunya. Baginya, Livia Asteria hanyalah seorang pelayan yang pulang setiap malam dengan tubuh lelah dan senyum lembut. Sampai suatu hari, ibunya jatuh sakit. Dan Elara diminta menggantikannya. Rumah itu besar. Terlalu besar untuk menyimpan rahasia sekecil apa pun. Pernikahan sang nyonya dan suaminya hanyalah kontrak tanpa cinta. Lorong-lorongnya dipenuhi keheningan. Dan di balik pintu hitam dengan gagang emas itu... ada sesuatu yang tak pernah Elara bayangkan. Valeria Devianne tidak pernah tertarik pada siapa pun. Dingin. Tinggi. Elegan. Tak tersentuh. Sampai ia melihat putri pelayannya. Apa yang awalnya hanya rasa ingin tahu... berubah menjadi sesuatu yang lebih dalam. Lebih gelap. Lebih berbahaya. Karena beberapa rasa lapar tidak pernah benar-benar hilang. Mereka hanya menunggu untuk diwariskan. Dan Elara tidak tahu... bahwa malam pertama ia mengetuk pintu itu, ia sedang melangkah masuk ke dalam kelaparan yang bukan miliknya.

Plus d’Infos
WpActionLinkDirectives du Contenu