SEBELUM NAMAMU HILANG

SEBELUM NAMAMU HILANG

  • WpView
    Reads 161
  • WpVote
    Votes 20
  • WpPart
    Parts 28
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Oct 25, 2025
WpInfo
Fiction
Romance
Gaura Airistella pernah percaya, bahwa tidak semua pertemuan butuh akhir yang jelas. Kadang, cukup dengan tahu seseorang pernah hadir di semesta kecilmu-dan rasanya nyata. Elkan Rivandra bukan hujan deras yang datang tiba-tiba, tapi lebih seperti kabut pagi. Pelan, tenang, dan meninggalkan dingin setelahnya. Mereka pernah dekat, kemudian menjauh. Tapi, kedekatan itu... hanya untuk saling melepaskan dengan cara yang sunyi. Lucu ya, betapa kata-kata bisa menggantung begitu lama, padahal yang mengucapkan... sudah berjalan entah kemana. Kini Gaura berdamai dengan waktu. Ia tak lagi menunggu, tapi juga belum benar-benar melupakan. Karena beberapa nama... memang tinggal lebih lama, meski tak lagi disebutkan. Ini bukan kisah cinta yang penuh pelukan dan tawa, tapi tentang belajar mengenang, sebelum namanya benar-benar hilang.
All Rights Reserved
#458
sederhana
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • The Time
  • EVANESCENT (HIATUS)
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA
  • Blueprint Pelarian Villain [END]
  • Tsundere Maniak Susu [DITERBITKAN]
  • Transmigrasi Ziora
  • GHAIKA (REVISI)
  • I'm Not Just a Figuran
  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • GRAVARENZO
The Time

Tiga tahun Jeselyn Ananta menghabiskan waktunya mengejar bayang-bayang tunangan nya, Leon Gamalio. Baginya, Leon adalah segalanya. Namun, malam itu mengubah segalanya. Hantaman keras sebuah truk di persimpangan jalan gelap membuat nya berada di ambang maut, dalam koma yang panjang, jiwa Jeselyn melayang masuk ke sebuah masa depan yang tak pernah ia bayangkan. Ia melihat dirinya sendiri dalam versi yang lebih dewasa, lebih rapuh, dan hancur di tengah kemewahan sebuah rumah megah. "Mau ke mana lagi?" tanya Jeselyn masa depan dengan suara serak akibat tangis. "Menemani wanita yang sedang mengandung anakku," jawab Leon dingin, tanpa sedikit pun menoleh. Kenyataan pahit itu menghujam jantung Jeselyn. Pernikahan yang ia impikan ternyata hanyalah penjara tanpa cinta.

More details
WpActionLinkContent Guidelines