We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
DI ANTARA KITA || BoyIsal

DI ANTARA KITA || BoyIsal

  • WpView
    Reads 154,961
  • WpVote
    Votes 5,991
  • WpPart
    Parts 43
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Aug 5, 2026
WpInfo
Fanfic
aespa
NO BXB!! JUST BROTHERSHIP! BOYISAL MOMENT 💗 -------------------------------------------------- "Di balik canda dan bentakan kecil, tersembunyi rasa sayang yang tak pernah benar-benar diucapkan." Firman Maulana-atau biasa dipanggil Boy-adalah sosok kakak yang terlihat keras, cuek, dan gengsian. Sementara Affan Faisal, adiknya, justru lebih ekspresif dan manja. Keduanya tumbuh bersama, saling menyayangi dalam diam, tapi gengsi membuat jarak tak kasat mata di antara mereka. Namun, bagaimana jika perlahan gengsi itu mulai runtuh? Bagaimana jika momen-momen kecil mulai menguak kasih sayang yang selama ini terpendam? Dan bagaimana jika satu kejadian mengubah cara mereka memandang satu sama lain... untuk selamanya? Sebuah cerita hangat tentang kakak beradik, tawa yang terselip, luka yang tersembunyi, dan cinta keluarga yang sederhana tapi dalam. -------------------------------------------------- 𝐖𝐀𝐑𝐍𝐈𝐍𝐆! • Typo bersebaran! • Bahasa Jawakarta. -------------------------------------------------- DIANTARA KITA - by ilovliuu 💗 Start > 20 Juni 2025 End > ???
All Rights Reserved
#5
gwsm
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • KERSA NARENDRA
  • Skripsi Dan Buku Nikah
  • FRIEND'S? - KRATINGMEEN
  • Given || Ju Jihoon
  • ENEMY [Keonhyeon]
  • Rewriting The Villain (END)
  • Love me or die
  • Journey
  • I'm Not Just a Figuran
  • Cupiditas Vitae [END]

Lengkara Nara hanya menginginkan gelar sarjana sejarah, bukan terjebak dalam labirin tradisi yang mencekik. Namun, saat ia melangkah masuk ke Keraton Wilwatikta Dwipa, ia menyadari bahwa sejarah bukan sekadar deretan angka tahun, melainkan sesuatu yang bernapas dan menuntut tumbal. Di sana, ia bertemu Prabu Narendra Dananjaya sang penguasa sedingin es yang menyembunyikan luka di balik kewibawaannya. Di antara intrik paviliun para istri dan rahasia naskah kuno yang berdebu, Kara mulai menyadari bahwa ia bukan sekadar tamu. Ada kutukan yang menanti, dan ada rasa yang dilarang untuk tumbuh. Saat logika mulai kalah oleh rasa, sanggupkah Kara memecahkan teka-teki Sang Prabu sebelum keraton menelannya bulat-bulat?

More details
WpActionLinkContent Guidelines