He Can See

He Can See

  • WpView
    Reads 167
  • WpVote
    Votes 24
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Jan 7, 2026
Arshara yang tinggal oleh orang tuanya sendiri sedari kecil, ia di adopsi kesana-kemari. Namun, nyatanya dilempar kemanapun ia pergi tetap saja ia merasakan kesepian dan tidak ada ketulusan sama sekali. Hanya karna ia bisa melihat yang belum tentu dilihat oleh manusia biasa. Entah itu anugerah atau kutukan, ia sangat menbencinya. Pasangan Lesryan yang tidak memiliki anak itu membawanya ke rumah mereka dan memperlakukannya dengan baik, Arshara berusaha keras untuk memastikan bahwa mereka tidak mengetahui kemampuannya untuk melihat dan berbicara dengan hantu yang bisa dibilang arwah, karena ia berusaha untuk tidak mengganggu mereka dengan cara apa pun. Meskipun ia bukan anak mereka sendiri, mereka memperlakukan Arshara seolah-olah ia adalah anak mereka sendiri, Arshara berharap untuk membalas kebaikan mereka suatu hari nanti. Akankah ia bisa bertahan hidup dengan tenang dengan kemampuan ini? Apakah keluarga Lesryan akan ikutan menganggap dirinya aneh?
All Rights Reserved
#59
tragis
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • GRAVARENZO
  • Blueprint Pelarian Villain
  • Tsundere Maniak Susu
  • GHAIKA (REVISI)
  • The Time
  • EVANESCENT
  • I'm Not Just a Figuran
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA
  • Transmigrasi Ziora

​Suara decit sepatu basket yang bergesekan dengan lantai semen SMA Nusantara Bakti seolah menjadi satu-satunya melodi yang akrab di telinga Arga. Matahari Jakarta yang menyengat di jam 12 siang sama sekali tidak ia gubris. Peluh membasahi jersey birunya, mengalir melewati leher dan hilang di balik kain yang sudah basah kuyup. ​Bagi Arga, hanya di lapangan ini dunia terasa jujur. Di sini, musuhnya jelas: ring basket dan lawan main. Tidak ada teriakan ibunya yang melengking menyalahkan takdir, tidak ada bau alkohol dari ayahnya yang pulang pagi membawa tumpukan utang baru, dan tidak ada beban rasa bersalah setiap kali melihat kakaknya pulang kerja dengan wajah pucat demi membiayai sekolahnya. ​"Arga! Berhenti main atau gue laporin ke BK karena bolos jam sejarah lagi!" ​Arga menghentikan dribel bolanya. Ia menoleh, menyeka keringat dengan punggung tangan, lalu menyeringai tipis melihat pengurus OSIS yang berdiri di pinggir lapangan dengan buku catatan. ​"Laporin aja," sahut Arga santai. "Ruang BK udah kayak rumah kedua buat gue, sekalian titip salam buat Pak Hendra." ​Di sisi lain koridor sekolah yang lebih dingin karena hembusan AC, melangkah sosok yang menjadi pusat gravitasi SMA Nusantara Bakti. Adrian. ​Setiap langkahnya terukur, seragamnya rapi tanpa cela, dan wajah blasterannya yang seolah dipahat langsung oleh malaikat, selalu memasang ekspresi datar yang sulit ditembus. Sebagai Ketua OSIS sekaligus putra tunggal dari pemilik Arsenio Group, Adrian adalah definisi kesempurnaan yang nyata. Hidupnya adalah garis lurus yang tenang, penuh fasilitas, dan kasih sayang yang melimpah. ​⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖ WARNING ⚠ - b×b - BL lokal - Mpreg - ini cerita bl, awas jangan salah lapak. - banyak typo bertebaran.

More details
WpActionLinkContent Guidelines