TWIN FLAME

TWIN FLAME

  • WpView
    Reads 16
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Oct 24, 2025
"A twin flame is a concept describing an intense, spiritual connection between two individuals, often believed to be a mirroring of one soul split into two bodies." Nia selalu percaya kalau suatu hari bakal ada pangeran kuda putih yang datang menjemput dia. Seseorang yang akan bisa sangat mengerti dia dan menerima dia apa adanya. Ketika hari itu tiba, Nia yakin kalau itulah happy ending di hidupnya. Namun ketika Nia yakin bahwa pangeran kuda putihnya telah datang, tiba-tiba kuda lain dari masa lalu datang kembali. Kuda itu berwujud seseorang yang sangat mengerti akan dirinya luar dalam. Membuat dia merasa dicintai, didengarkan, dan berharga. Seseorang yang bagi dia adalah twin flame nya. Tino, orang yang sangat realistis dan anti menye-menye yang tiba-tiba harus dihadapkan pada kenyataan hidup bahwa terkadang, hidup memang ada sisi sendu nya. Dan Tino tidak bisa melawan ketika penyebab sendu itu datang kembali. Dapatkan Nia dan Tino melawan masa lalu dan fokus pada happy ending yang berada didepannya? Ataukah mereka harus kembali jatuh kedalam pelukan masa lalu itu?
All Rights Reserved
#58
tragis
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Nala dan Mas Juragan
  • Candu Sentuhan Sahabat Hyper
  • Stand by Me (END+LENGKAP)
  • Nakula
  • Salah Status
  • Rencana Pensiun Dini Nona Villain
  • Hello Mr. Komrad (Complete)
  • EGLLAR MY PERFECT HUSBAND [END]
  • Prahara Lamaran [END]
  • Kembang Desa

Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kanala Ayudia Kirana (22) diminta oleh keluarganya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan di ibu kota. Namun, Nala menolak dengan alasan tidak ingin menyia-nyiakan gelar di belakang namanya. Ia bersikeras ingin mencari pengalaman kerja selama satu tahun terlebih dahulu sebelum benar-benar menetap di kampung. Keluarganya akhirnya menyetujui, dengan satu syarat: Nala hanya boleh bekerja selama satu tahun, tidak lebih. Sayangnya, baru tiga bulan bekerja di salah satu perusahaan ternama, Nala menyerah. Tekanan pekerjaan yang tinggi dan lingkungan kantor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya membuatnya kehilangan semangat. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan berdiam diri di kosan, tanpa keberanian untuk memberi tahu keluarganya. Raras-ibu Nala-yang kemudian mengetahui anak bungsunya sudah tidak bekerja lagi, segera mendesaknya untuk pulang. Sebelum Nala sempat menolak, Raras lebih dulu mengancam tidak akan lagi mengirimkan uang bulanan. Terpojok dan kehabisan pilihan, Nala akhirnya menyerah. Ia berkemas dan pulang ke kampung halamannya. Namun siapa sangka? Di antara hamparan sawah dan hari-hari yang membosankan di warung milik ayahnya, hadir Hanggara Wiratama (31), juragan tanah sekaligus pemilik peternakan ayam terbesar di desa tetangga, selain itu ia juga menjalankan usaha jual-beli beras yang ia bangun dari nol, tak lupa dengan usahanya di kota yang tidak banyak diketahui orang. Sosoknya yang tenang dan apa adanya membuat Nala belajar bahwa pulang bukan berarti kalah, melainkan menemukan tempat untuk tumbuh. Bersamanya, Nala menyadari bahwa tidak semua mimpi harus dikejar jauh ke kota, sebagian justru menunggu untuk ditemukan di rumah.

More details
WpActionLinkContent Guidelines