Jayengpura

Jayengpura

  • WpView
    Reads 174,180
  • WpVote
    Votes 8,647
  • WpPart
    Parts 45
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Feb 27, 2026
Di tengah alunan gamelan yang mengalun lirih, di malam sakral kirab budaya Keraton Jayengpura takdir berjalan perlahan, tanpa gegap, tanpa suara. Langkah-langkah para abdi dan prajurit mengiringi arak-arakan, namun di antara gemuruh tradisi, dua jiwa saling menemukan... tanpa pernah berjanji. Gusti Aryadipa Sasradiningrat Jayengpura X, sang raja muda yang agung, dibesarkan dalam disiplin keraton, tumbuh dalam sunyi pusaka dan tata krama. Ia tidak mudah tersentuh oleh gelak tawa bangsawan muda, tidak mudah tergoyah oleh sanjung pujian. Namun malam itu... tatapannya terhenti pada satu sosok sederhana yang tak mencoba mencuri perhatian. Hanya seorang gadis yang berdiri diam, tapi membawa aura masa lalu yang menenangkan Gendhis Ayuningrum. Satu pandangan cukup untuk menggoyahkan dinding batin yang telah ia bangun bertahun-tahun. Dan sejak malam itu, wajah Gendhis hadir dalam sunyi Arya-seperti bayang lembut yang tak mau pergi, meski tak pernah memaksa untuk tinggal.
All Rights Reserved
#9
gustibhre
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Nala dan Mas Juragan
  • Prahara Lamaran [END]
  • Candu Sentuhan Sahabat Hyper
  • Rencana Pensiun Dini Nona Villain
  • Stand by Me (END+LENGKAP)
  • Salah Status
  • Nakula
  • Hello Mr. Komrad (Complete)
  • Kembang Desa
  • EGLLAR MY PERFECT HUSBAND [END]

Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kanala Ayudia Kirana (22) diminta oleh keluarganya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan di ibu kota. Namun, Nala menolak dengan alasan tidak ingin menyia-nyiakan gelar di belakang namanya. Ia bersikeras ingin mencari pengalaman kerja selama satu tahun terlebih dahulu sebelum benar-benar menetap di kampung. Keluarganya akhirnya menyetujui, dengan satu syarat: Nala hanya boleh bekerja selama satu tahun, tidak lebih. Sayangnya, baru tiga bulan bekerja di salah satu perusahaan ternama, Nala menyerah. Tekanan pekerjaan yang tinggi dan lingkungan kantor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya membuatnya kehilangan semangat. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan berdiam diri di kosan, tanpa keberanian untuk memberi tahu keluarganya. Raras-ibu Nala-yang kemudian mengetahui anak bungsunya sudah tidak bekerja lagi, segera mendesaknya untuk pulang. Sebelum Nala sempat menolak, Raras lebih dulu mengancam tidak akan lagi mengirimkan uang bulanan. Terpojok dan kehabisan pilihan, Nala akhirnya menyerah. Ia berkemas dan pulang ke kampung halamannya. Namun siapa sangka? Di antara hamparan sawah dan hari-hari yang membosankan di warung milik ayahnya, hadir Hanggara Wiratama (31), juragan tanah sekaligus pemilik peternakan ayam terbesar di desa tetangga, selain itu ia juga menjalankan usaha jual-beli beras yang ia bangun dari nol, tak lupa dengan usahanya di kota yang tidak banyak diketahui orang. Sosoknya yang tenang dan apa adanya membuat Nala belajar bahwa pulang bukan berarti kalah, melainkan menemukan tempat untuk tumbuh. Bersamanya, Nala menyadari bahwa tidak semua mimpi harus dikejar jauh ke kota, sebagian justru menunggu untuk ditemukan di rumah.

More details
WpActionLinkContent Guidelines