SAMPAI DI TITIK ITU

SAMPAI DI TITIK ITU

  • WpView
    Reads 30
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Jun 20, 2025
WpInfo
Fiction
Romance
> Setiap pertemuan menyisakan jejak. Tapi tidak semua jejak ditakdirkan untuk kembali ditemukan. Mentari Kirana menjalani hari-harinya dengan tenang-teratur, hangat, dan penuh rencana. Sampai sebuah keputusan yang tidak pernah ia pahami membuat seseorang pergi tanpa pamit. Lalu Elang Gavriel datang. Bukan untuk menggantikan, tapi membawa warna baru yang sulit dijelaskan: tenang tapi asing, dekat tapi samar. Di kampus yang sama, di ruang-ruang UKM, dan di percakapan-percakapan sederhana yang semakin sering... cerita mereka mulai beririsan. Tapi di balik senyum yang tumbuh perlahan, ada kenangan yang belum selesai. Ada perasaan yang tak tahu ke mana akan bermuara. Dan saat semuanya mulai terasa hangat... Waktu justru mempercepat langkahnya. > Mungkin bukan tentang siapa yang datang terakhir, tapi siapa yang paling lama tinggal... bahkan setelah tak ada lagi.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • The Time
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA
  • I'm Not Just a Figuran
  • Blueprint Pelarian Villain [END]
  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • GHAIKA (REVISI)
  • GRAVARENZO
  • EVANESCENT (HIATUS)
  • Transmigrasi Ziora
  • Tsundere Maniak Susu
The Time

Tiga tahun Jeselyn Ananta menghabiskan waktunya mengejar bayang-bayang tunangan nya, Leon Gamalio. Baginya, Leon adalah segalanya. Namun, malam itu mengubah segalanya. Hantaman keras sebuah truk di persimpangan jalan gelap membuat nya berada di ambang maut, dalam koma yang panjang, jiwa Jeselyn melayang masuk ke sebuah masa depan yang tak pernah ia bayangkan. Ia melihat dirinya sendiri dalam versi yang lebih dewasa, lebih rapuh, dan hancur di tengah kemewahan sebuah rumah megah. "Mau ke mana lagi?" tanya Jeselyn masa depan dengan suara serak akibat tangis. "Menemani wanita yang sedang mengandung anakku," jawab Leon dingin, tanpa sedikit pun menoleh. Kenyataan pahit itu menghujam jantung Jeselyn. Pernikahan yang ia impikan ternyata hanyalah penjara tanpa cinta.

More details
WpActionLinkContent Guidelines