Coffee Break

Coffee Break

  • WpView
    Reads 470
  • WpVote
    Votes 71
  • WpPart
    Parts 26
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Aug 11, 2025
Trauma masa lalu berhasil membawa Raisa menemui mimpi buruk. Setelah dirinya berperang dengan komplain yang diunggah melalui reviu laman internet, hidupnya jadi tak pernah nyaman jika berada di lingkungan kerja. Berkat tekanan batin yang selalu ia terima itu, akhirnya Raisa berlabuh pada street coffee untuk memesan kopi favoritnya, yaitu americano gula aren. Namun, siapa sangka jika pertemuannya dengan Januar--si penjual kopi dengan nama 'Happy Street Coffee'--malah membawanya pada hubungan cinta. Sejak saat itu pula, Raisa selalu menjadikan Januar sebagai tempatnya untuk pulang. Lantas, bagaimana hubungan dua sejoli itu berkembang? Apakah Januar juga menyimpan perasaan yang sama?
All Rights Reserved
#455
ptsd
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • ATMA FATAMORGANA
  • Stealing My Husband
  • BOUND WITHOUT LOVE (END)
  • The Place You Left Me (Menuz) [END]
  • Dua Langit Berbeda
  • MOTHER
  • Unexpectedly Yours
  • My Step Mom? [END] ✔️
  • Gila!?, Gue Jadi Kucing?! (Hiatus)
  • GAREL ; POSESIF BROTHER

"Jadilah seperti lumut: ada, tapi tidak terlihat, dan kalau bisa jangan diinjak." Itulah moto hidup Sevanja Nandhira. Sebagai mahasiswi Seni Rupa di Universitas Brahmana yang isinya anak-anak sultan, Sevan lebih memilih menjadi "Cewek Suram" yang hobi begadang demi deadline gambar daripada harus bersosialisasi. Strateginya sederhana yaitu hindari keramaian, gunakan jalur tikus, dan tetap berada di luar Radius Seratus Meter dari orang-orang populer. Terutama dari Adiaksa Ranjaya Jasvanta. Aksa adalah segalanya yang Sevan hindari karena tinggi 185, bintang Ice Hockey, salah satu mahasiswa terkenal orang terkaya di kampus yang dijuluki Vanguard, dan memiliki aura "lampu sorot" yang menyilaukan. Bagi Sevan, Aksa adalah intimidasi visual dan gangguan dalam hidupnya. Lari cepat setiap kali melihat ujung jaket hoki Aksa adalah olahraga wajib. Namun, Sevan tidak tahu satu rahasia besar. Aksa bukan sekadar cowok populer yang iseng. Aksa adalah kolektor rahasia dari karya-karya digital anonim milik Sevan yang sangat emosional. Baginya, Sevan bukan sekadar "gadis berantakan" yang hobi kabur. Sevan adalah pelukis hantu yang selama ini ia kagumi karyanya. Kini, sang Forward tim hoki itu telah mengunci targetnya. Bukan di lapangan es, melainkan di lorong-lorong sempit fakultas seni. Dimulai dari satu krat susu coklat hingga aksi kejar-kejaran absurd yang bikin heboh satu kampus, Aksa bertekad menembus zona nyaman Sevan yang sekecil kotak pensil itu. Sanggupkah Sevan mempertahankan jaraknya, atau justru ia akan terjebak dalam pesona "Beruang" yang ternyata tidak se-polos kelihatannya? ~~~ DILARANG PLAGIAT (⁠ノ⁠`⁠Д⁠'⁠)⁠ノ⁠彡⁠┻⁠━⁠┻ pernah di unpublish karena di revisi. #01 teenfiction [ 20 Maret 2026] #01 absrud [ 20 Maret 2026] #01 gambar [ 20 Maret 2026] #01 fiksi [31 Maret 2026] #02 komedi [ 20 Maret 2026]

More details
WpActionLinkContent Guidelines