In That Moment

In That Moment

  • WpView
    LECTURAS 625
  • WpVote
    Votos 92
  • WpPart
    Partes 20
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación sáb, may 30, 2026
WpInfo
Ficción
Romance
In That Moment Adakah cinta itu... di antara kita? Berbicara tentang cinta, pada suatu saat-di waktu itu, kita dipertemukan lewat tatapan pertama. Di antara batas: kekasih... atau sekadar teman. Kita begitu dekat, namun terasa sangat jauh. Apakah aku yang terlalu berharap? Atau kamu... yang terlalu pandai menyamarkan harap? Cintaku sudah terlanjur dalam. Sementara kau... mungkin hanya merasa nyaman. Maka katakanlah- sebelum aku benar-benar binasa dalam tanda tanya. Karena aku telah menggantung dua kemungkinan: menjadi cintamu... atau hanya seorang teman. --- 📸 Instagram: @gl4c1er.f 🎵 Tiktok: @cherryblisss 🍒
Todos los derechos reservados
#59
zayyan
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Nala dan Mas Juragan
  • EGLLAR MY PERFECT HUSBAND [END]
  • Salah Status [END]
  • Rencana Pensiun Dini Nona Villain
  • Prahara Lamaran [END]
  • Hello Mr. Komrad (Complete)
  • Nakula
  • Kembang Desa
  • Stand by Me (END+LENGKAP)

Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kanala Ayudia Kirana (22) diminta oleh keluarganya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan di ibu kota. Namun, Nala menolak dengan alasan tidak ingin menyia-nyiakan gelar di belakang namanya. Ia bersikeras ingin mencari pengalaman kerja selama satu tahun terlebih dahulu sebelum benar-benar menetap di kampung. Keluarganya akhirnya menyetujui, dengan satu syarat: Nala hanya boleh bekerja selama satu tahun, tidak lebih. Sayangnya, baru tiga bulan bekerja di salah satu perusahaan ternama, Nala menyerah. Tekanan pekerjaan yang tinggi dan lingkungan kantor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya membuatnya kehilangan semangat. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan berdiam diri di kosan, tanpa keberanian untuk memberi tahu keluarganya. Raras-ibu Nala-yang kemudian mengetahui anak bungsunya sudah tidak bekerja lagi, segera mendesaknya untuk pulang. Sebelum Nala sempat menolak, Raras lebih dulu mengancam tidak akan lagi mengirimkan uang bulanan. Terpojok dan kehabisan pilihan, Nala akhirnya menyerah. Ia berkemas dan pulang ke kampung halamannya. Namun siapa sangka? Di antara hamparan sawah dan hari-hari yang membosankan di warung milik ayahnya, hadir Hanggara Wiratama (31), juragan tanah sekaligus pemilik peternakan ayam terbesar di desa tetangga, selain itu ia juga menjalankan usaha jual-beli beras yang ia bangun dari nol, tak lupa dengan usahanya di kota yang tidak banyak diketahui orang. Sosoknya yang tenang dan apa adanya membuat Nala belajar bahwa pulang bukan berarti kalah, melainkan menemukan tempat untuk tumbuh. Bersamanya, Nala menyadari bahwa tidak semua mimpi harus dikejar jauh ke kota, sebagian justru menunggu untuk ditemukan di rumah.

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido