Never click suspicious links
Reminder: Wattpad will never ask for passwords, payment information, or other sensitive account security details.
The First Chapter

The First Chapter

  • WpView
    Reads 168
  • WpVote
    Votes 22
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Mar 25, 2026
Jasmine Alara Marjorie. Gadis cantik, ceria, sedikit cool tapi tidak juga kalau sudah dekat dengan Jasmine. Sangat perhatian dengan Gavin. Tapi semenjak putus tidak terlalu perhatian. Gavin Noah Luther lelaki ganteng, cool, bisa sangat cerewet dengan Jasmine tetapi itu dulu. Semenjak masuk SMA mereka tidak sedekat dulu. Ada dengan mereka? Mereka berdua adalah tetanggaan, satu angkatan sekolah dan keluarga mereka juga dekat. Tapi entah kenapa belakangan ini mereka berdua tidak terlalu dekat. Hanya sekedar sapaan jika orang tua mereka menyuruh untuk sapa. Apakah mereka berdua saling menendem perasaan atau hanya satu orang yang menendem perasaan?? Ini Menandakan awal dari segalanya, termasuk persahabatan dan cinta. Langsung baca ajaa, konflik di jamin sangat ringan. Tidak pandai tulis deskripsi Cover cr:pinterest
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Nala dan Mas Juragan
  • Kembang Desa (Hiatus)
  • Salah Status
  • Hello Mr. Komrad (Complete)
  • EGLLAR MY PERFECT HUSBAND [END]
  • Stand by Me (END+LENGKAP)
  • Rencana Pensiun Dini Nona Villain
  • Nakula
  • Prahara Lamaran [END]

Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kanala Ayudia Kirana (22) diminta oleh keluarganya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan di ibu kota. Namun, Nala menolak dengan alasan tidak ingin menyia-nyiakan gelar di belakang namanya. Ia bersikeras ingin mencari pengalaman kerja selama satu tahun terlebih dahulu sebelum benar-benar menetap di kampung. Keluarganya akhirnya menyetujui, dengan satu syarat: Nala hanya boleh bekerja selama satu tahun, tidak lebih. Sayangnya, baru tiga bulan bekerja di salah satu perusahaan ternama, Nala menyerah. Tekanan pekerjaan yang tinggi dan lingkungan kantor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya membuatnya kehilangan semangat. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan berdiam diri di kosan, tanpa keberanian untuk memberi tahu keluarganya. Raras-ibu Nala-yang kemudian mengetahui anak bungsunya sudah tidak bekerja lagi, segera mendesaknya untuk pulang. Sebelum Nala sempat menolak, Raras lebih dulu mengancam tidak akan lagi mengirimkan uang bulanan. Terpojok dan kehabisan pilihan, Nala akhirnya menyerah. Ia berkemas dan pulang ke kampung halamannya. Namun siapa sangka? Di antara hamparan sawah dan hari-hari yang membosankan di warung milik ayahnya, hadir Hanggara Wiratama (31), juragan tanah sekaligus pemilik peternakan ayam terbesar di desa tetangga, selain itu ia juga menjalankan usaha jual-beli beras yang ia bangun dari nol, tak lupa dengan usahanya di kota yang tidak banyak diketahui orang. Sosoknya yang tenang dan apa adanya membuat Nala belajar bahwa pulang bukan berarti kalah, melainkan menemukan tempat untuk tumbuh. Bersamanya, Nala menyadari bahwa tidak semua mimpi harus dikejar jauh ke kota, sebagian justru menunggu untuk ditemukan di rumah.

More details
WpActionLinkContent Guidelines