40 Hari Jatuh Cinta

40 Hari Jatuh Cinta

  • WpView
    Reads 3
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Jun 20, 2025
Rasa yang tumbuh bukan karena waktu, tapi karena kebersamaan. Sepuluh mahasiswa, satu posko, dan empat puluh hari yang mengubah segalanya. Di bawah langit desa yang tenang, mereka datang membawa harapan, lalu perlahan tenggelam dalam kisah yang tak mereka duga. Persahabatan dan cinta tumbuh bersisian-terkadang saling menguatkan, terkadang saling melukai. Ada cemburu yang ditahan, luka yang disembunyikan, dan tawa yang menutupi tangis di balik dapur posko. Hubungan pun diuji oleh cinta yang tak terbalas, ikatan yang terlalu kuat hingga menyakitkan, dan pertengkaran kecil yang bisa menghancurkan segalanya. Tapi bukan tentang siapa yang akhirnya bersama siapa. Ini tentang kebersamaan yang menjadikan mereka keluarga. Tentang jatuh cinta tanpa harus memiliki. Tentang keberanian untuk jujur, dan kerelaan untuk melepaskan. "40 Hari Jatuh Cinta" bukanlah kisah KKN yang menyeramkan, tapi kisah yang menenangkan. Tentang hati-hati muda yang saling mengenal, saling bertumbuh, dan akhirnya... saling jatuh cinta-pada orang, pada tempat, pada momen.
All Rights Reserved
#76
guru
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Nala dan Mas Juragan
  • Salah Status
  • EGLLAR MY PERFECT HUSBAND [END]
  • Prahara Lamaran [END]
  • Hello Mr. Komrad (Complete)
  • Rencana Pensiun Dini Nona Villain
  • Kembang Desa (Hiatus)
  • Stand by Me (END+LENGKAP)
  • Nakula

Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kanala Ayudia Kirana (22) diminta oleh keluarganya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan di ibu kota. Namun, Nala menolak dengan alasan tidak ingin menyia-nyiakan gelar di belakang namanya. Ia bersikeras ingin mencari pengalaman kerja selama satu tahun terlebih dahulu sebelum benar-benar menetap di kampung. Keluarganya akhirnya menyetujui, dengan satu syarat: Nala hanya boleh bekerja selama satu tahun, tidak lebih. Sayangnya, baru tiga bulan bekerja di salah satu perusahaan ternama, Nala menyerah. Tekanan pekerjaan yang tinggi dan lingkungan kantor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya membuatnya kehilangan semangat. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan berdiam diri di kosan, tanpa keberanian untuk memberi tahu keluarganya. Raras-ibu Nala-yang kemudian mengetahui anak bungsunya sudah tidak bekerja lagi, segera mendesaknya untuk pulang. Sebelum Nala sempat menolak, Raras lebih dulu mengancam tidak akan lagi mengirimkan uang bulanan. Terpojok dan kehabisan pilihan, Nala akhirnya menyerah. Ia berkemas dan pulang ke kampung halamannya. Namun siapa sangka? Di antara hamparan sawah dan hari-hari yang membosankan di warung milik ayahnya, hadir Hanggara Wiratama (31), juragan tanah sekaligus pemilik peternakan ayam terbesar di desa tetangga, selain itu ia juga menjalankan usaha jual-beli beras yang ia bangun dari nol, tak lupa dengan usahanya di kota yang tidak banyak diketahui orang. Sosoknya yang tenang dan apa adanya membuat Nala belajar bahwa pulang bukan berarti kalah, melainkan menemukan tempat untuk tumbuh. Bersamanya, Nala menyadari bahwa tidak semua mimpi harus dikejar jauh ke kota, sebagian justru menunggu untuk ditemukan di rumah.

More details
WpActionLinkContent Guidelines