Dunia pernah dipenuhi nyanyian.
Nyanyian dari sungai yang memeluk hutan, dari angin yang berlari di atas gunung, dari cahaya bintang yang menari dalam doa-doa makhluk sihir. Dunia itu bernama **Aetherion**, dan bagi mereka yang mengingatnya, Aetherion adalah rumah-rumah bagi perdamaian yang diperjuangkan dengan darah, dan cinta yang ditanam di atas abu perang.
Namun waktu adalah arus yang tak mengenal belas kasihan.
Satu demi satu, inti sihir yang menopang keseimbangan dunia mulai meredup. Pohon-pohon agung layu sebelum waktunya, langit kehilangan nadinya, dan dunia perlahan tenggelam dalam keheningan yang tidak wajar. Dalam bayang-bayang kehancuran, muncul kekuatan baru-diam-diam, memakan akar dunia, dan menyisakan tanah-tanah tandus serta tulang belulang.
Di tengah kekacauan ini, **Nova**, sang pewaris Seribu Pedang, yang telah lama menghilang dari sejarah, bangkit kembali. Namun bukan untuk bertarung. Ia membangun kembali Akademi Aetherion, menyatukan para penjaga wilayah, dan menanamkan harapan terakhirnya pada seorang gadis muda bernama **Ravenna**.
Tak seorang pun tahu bahwa gadis itu akan menjadi pewaris sejati.
Tak seorang pun tahu bahwa **Ravenna dan Kembang**-makhluk yang lahir dari telur keajaiban dan pertalian takdir-akan menjadi cahaya terakhir dalam kegelapan yang hendak menelan segalanya.
Kini, kisah ini dimulai.
Bukan dengan kemenangan, bukan pula dengan kekuatan...
Tapi dengan pertanyaan:
**"Apakah dunia ini masih layak diselamatkan?"**
All Rights Reserved