Bahasa Hati Sang Insinyur

Bahasa Hati Sang Insinyur

  • WpView
    LECTURAS 328
  • WpVote
    Votos 13
  • WpPart
    Partes 31
WpMetadataReadContenido adultoConcluida mar, jul 15, 2025
Jika langkah Athalia Arsyana tidak terhenti di lapangan basket sore itu, ia mungkin takkan pernah bertemu Mahessa Kalandra Wijaya. Sang insinyur cerdas dan atletis yang memukau setiap pandangan. Dengan gerakan lincah dan tembakan yang tak pernah meleset, Mahessa adalah magnet yang 100% mampu mengalihkan Athalia dari realitasnya yang penuh overthinking dan trust issue. Tiga tahun berlalu, dan Athalia menyadari, Mahessa bukan pria yang pandai merangkai kata. Dia tak banyak bicara. Tapi bahasa hatinya adalah tindakan nyata. Susu stroberi kesukaan Athalia di loker kelas, nasi goreng saat Athalia stres, atau painkiller di kala PMS. Ia selalu tahu apa yang Athalia butuhkan, bahkan tanpa gadis itu mengucapkannya. Namun, cinta mereka juga diuji. Dari badai kesalahpahaman yang membuat Athalia merasa ditinggalkan, hingga kecemburuan kecil Athalia yang terkadang membuat Mahessa pusing, semua itu adalah bagian dari perjalanan mereka. Ini adalah kisah tentang Athalia, sang gadis dengan segala keraguannya, dan Mahessa, sang insinyur yang membuktikan bahwa cinta sejati bukanlah tentang janji manis, tapi tentang langkah-langkah nyata, hadir, dan selalu ada. Karena bagi Mahessa, ''kalau sayang, ya tunjukin.''
Todos los derechos reservados
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Nala dan Mas Juragan
  • NINGRUM
  • Dangerous Deal S1-S2 (on going)
  • Define the Relationship
  • Rencana Pensiun Dini Nona Villain
  • Nakula
  • Almost Married (On Going)
  • Kembang Desa
  • Hello Mr. Komrad (Complete)
  • EKSKALASI

Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kanala Ayudia Kirana (22) diminta oleh keluarganya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan di ibu kota. Namun, Nala menolak dengan alasan tidak ingin menyia-nyiakan gelar di belakang namanya. Ia bersikeras ingin mencari pengalaman kerja selama satu tahun terlebih dahulu sebelum benar-benar menetap di kampung. Keluarganya akhirnya menyetujui, dengan satu syarat: Nala hanya boleh bekerja selama satu tahun, tidak lebih. Sayangnya, baru tiga bulan bekerja di salah satu perusahaan ternama, Nala menyerah. Tekanan pekerjaan yang tinggi dan lingkungan kantor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya membuatnya kehilangan semangat. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan berdiam diri di kosan, tanpa keberanian untuk memberi tahu keluarganya. Raras-ibu Nala-yang kemudian mengetahui anak bungsunya sudah tidak bekerja lagi, segera mendesaknya untuk pulang. Sebelum Nala sempat menolak, Raras lebih dulu mengancam tidak akan lagi mengirimkan uang bulanan. Terpojok dan kehabisan pilihan, Nala akhirnya menyerah. Ia berkemas dan pulang ke kampung halamannya. Namun siapa sangka? Di antara hamparan sawah dan hari-hari yang membosankan di warung milik ayahnya, hadir Hanggara Wiratama (31), juragan tanah sekaligus pemilik peternakan ayam terbesar di desa tetangga, selain itu ia juga menjalankan usaha jual-beli beras yang ia bangun dari nol, tak lupa dengan usahanya di kota yang tidak banyak diketahui orang. Sosoknya yang tenang dan apa adanya membuat Nala belajar bahwa pulang bukan berarti kalah, melainkan menemukan tempat untuk tumbuh. Bersamanya, Nala menyadari bahwa tidak semua mimpi harus dikejar jauh ke kota, sebagian justru menunggu untuk ditemukan di rumah.

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido