Story cover for KAMAR 034 by DDyaksa
KAMAR 034
  • WpView
    Reads 9
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
  • WpView
    Reads 9
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
Ongoing, First published Jun 21, 2025
Tidak semua yang lupa ingin diingat.
Tidak semua yang hilang pantas ditemukan.
Dan tidak semua kamar seharusnya dibuka.

Saat Viero Drach terbangun tanpa ingatan dan hanya menggenggam kunci kamar bernomor 34 dan 33, ia tidak tahu bahwa ia telah melangkah ke tempat yang tidak mengenal waktu, identitas, atau logika. Hotel Umbra bukanlah penginapan bias, ia adalah labirin batin, tempat mereka yang tersesat di dalam dirinya sendiri datang untuk memilih: mengingat, melupakan, atau menulis ulang siapa mereka.

Tapi kamar 34... katanya tak pernah ada.
All Rights Reserved
Sign up to add KAMAR 034 to your library and receive updates
or
#72eksistensial
Content Guidelines
You may also like
You may also like
Slide 1 of 10
Bound to Him cover
Defiant cover
Trasmigrazione Gemellare Antagonista.    cover
Shadow in the Lab cover
Fraktal Rahasia cover
​The Left || END cover
Hello, Mr. Mafia! cover
FRAGMENTS OF HEART - GINJAY ☆ cover
SEÑOR V [END] cover
SHEA SANG FIGURAN cover

Bound to Him

54 parts Complete

Arstella terbangun di tubuh seorang pelayan di dunia asing yang penuh aturan dan kasta yang tak ia pahami. Setelah dipecat karena kebodohan yang tak disengaja, ia menemukan secarik poster. Kerajaan Eldoria tengah mencari pelayan untuk dua pangeran. Pangeran Leo, sang pewaris berambut emas yang dicintai rakyat, dan Pangeran Theodore, sang anak berambut hitam yang dibenci istana karena dianggap membawa kutukan. Tanpa pilihan, Arstella melamar pekerjaan itu dan tanpa sadar melangkah ke dalam istana yang tak hanya penuh kemegahan, tapi juga rahasia kelam. "Dewa aku hanya ingin hidup tenang... aku hanya ingin bekerja," bisik Arstella lirih, seolah sedang memohon pada langit yang bahkan tak menjawab. Namun, jawabannya datang dari bayangan. Suara Theodore terdengar rendah dan berbahaya. "Sayangnya, kau bekerja pada iblis, Stella." Ia melangkah mendekat, matanya gelap tak menyisakan belas kasih. "Dan dewa tak punya kuasa atas sesuatu yang sudah menjadi milikku."