Di dunia elit konglomerat Seoul, Kim Taehyung, pewaris kelompok bisnis "Kim Group", terperangkap dalam pusaran cinta yang tak terduga. Objek hati bukan satu, tapi dua: Min Yoongi dan Min Suga - kembar identik pewaris saingan "Min Holdings" dengan kepribadian bagai langit dan bumi. Yoongi, dingin, kalkulatif, dan tertutup, menyembunyikan rasa sakit di balik tirai esnya. Suga, hangat, ceria, dan protektif, memancarkan kehangatan yang menipu. Keduanya mencintai Taehyung dengan caranya yang unik dan penuh gejolak.
Taehyung sendiri hanya mampu mencintai satu jiwa sepenuhnya, sementara hati yang lain terasa seperti pengkhianatan. Di tengah tekanan keluarga, persaingan bisnis, dan musim dingin yang menusuk, hubungan mereka berkembang lambat di kampus bergengsi, apartemen mewah, kedai kopi Seokjin yang nyaman, perpustakaan kota yang sunyi, dan taman yang berselimut salju lalu bermekaran di musim semi. Dengan dukungan (atau terkadang gangguan) dari pasangan pendukung - Krystal & Seokjin yang romantis, Jimin & Namjoon yang intelektual, serta Jungkook & Hoseok yang penuh semangat - Taehyung harus menghadapi konflik internalnya: siapa yang benar-benar memenuhi jiwanya? Bisakah dia menemukan kebahagiaan tanpa menghancurkan salah satu dari si kembar? Cerita ini adalah perjalanan hurt-comfort, di mana luka hati diobati dengan kelembutan tak terduga, menuju happy ending yang dibayangi sedikit angst, karena setiap pilihan membawa konsekuensi yang tak terlupakan.
Dewandra sudah memikirkan secara Matang bahwa ia tidak akan menikah, 25 tahun ia mengabdikan dirinya menjadi seorang tentara yang setia dan melindungi negara tercinta.
Hingga di umurnya yang ke 41 tahun ia di angkat menjadi seorang pemimpin dan menyandang RI 1, selama 2 tahun masa jabatannya setelah lengsernya sang ayah yang merupakan President ke 8, Dewandra tidak pernah memikirkan sekalipun tentang sebuah pernikahan dan kehidupan dengan seseorang.
Namun ternyata takdir berkata lain, di tanggal 17 Agustus tahun 2025 di acara kemerdekaan RI matanya tak sengaja menatap seorang gadis berkebaya putih dengan kain batik berwarna merah, rambutnya di gerai indah dan senyum manis ramah yang menawan.
Ia hanya menatapnya sekilas namun sampai sekarang wajah gadis itu tidak bisa hilang dari ingatannya.
Dia Natasha Aira Van-dijk Chandramukhti, Anak tunggal dari salah satu Mentri di kabinetnya.