Abbiamo aggiornato le nostre Linee Guida sul Contenuto.
Consulta le linee guida più recenti per continuare a condividere storie in sicurezza.
Jalan Nadira

Jalan Nadira

  • WpView
    LETTURE 0
  • WpVote
    Voti 0
  • WpPart
    Parti 1
WpMetadataReadIn corso
WpMetadataNoticeUltima pubblicazione sab, giu 21, 2025
WpInfo
Narrativa
Storie d'Amore
Bertemu kembali dengan seseorang di masa lalunya yang akhirnya menjadi seorang Direktur Utama ditempatnya bekerja tidak mengagetkan bagi Nadira bagaimanapun hidupnya tidak bisa jauh dari lelaki itu, ada benang merah yang menghubungkan, tapi bukan benang merah jodoh melainkan sebagai atasan dan bawahan yang selamanya akan seperti itu, karena ada garis yang tidak akan pernah bisa dilewati. Brruuukkk Seseorang meletakkan gunungan laporan di mejanya dengan tiba-tiba membuatnya terlonjak. "Pak Arga berpesan untuk menyelesaikan laporan ini hari ini juga bu Nadi," ucap Wira Asisten Pribadi Arga Malik Aviel Harrison Sang Direktur Utama di Harrison Group. Nadira melongo menatap tumpukan laporan dihadapnya. Dia mengalihkan pandangannya pada ruangan bosnya, yang mengejutkannya dia bisa melihat wajah rupawan tapi menyebalkan itu tengah menyeringai menatapnya. Seharian ini Nadira sama sekali belum beranjak dari kursinya ia terus berkutat dengan pekerjaannya dan sekarang bosnya itu menambah pekerjaan lagi padanya, ia yakin akan pulang larut malam nantinya. "Baik Pak Wira Akan saya selesaikan hari ini juga" ucap Nadira dengan percaya diri sembari tersenyum manis menatap atasannya yang masih menatapnya dari jendela. Nadira benar-benar tidak mengerti kenapa bosnya seperti sangat membencinya, bagaimana tidak dihari pertama bosnya menggantikan pimpinan sebelumnya dia membuatnya mengurus tumpukan laporan yang Nadira yakin tidak terburu-buru untuk diselesaikan hari ini juga, Nadira berusaha mengingat apa dia pernah membuat kesalahan padanya dimasa lalu dan dia tidak menemukan jawaban apapun dengan alasan bosnya bersikap seperti ini padanya. Apa yang membuat Arga bersikap seperti itu pada Nadira? Adakah dendam masa lalu yang belum terselesaikan diantara mereka?
Tutti i diritti riservati
Entra a far parte della più grande comunità di narrativa al mondoFatti consigliare le migliori storie da leggere, salva le tue preferite nella tua Biblioteca, commenta e vota per essere ancora più parte della comunità.
Illustration

Potrebbe anche piacerti

  • Nala dan Mas Juragan
  • Rencana Pensiun Dini Nona Villain
  • Salah Status
  • EGLLAR MY PERFECT HUSBAND [END]
  • Hello Mr. Komrad (Complete)
  • Kembang Desa
  • Stand by Me (END+LENGKAP)
  • Nakula
  • Prahara Lamaran [END]

Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kanala Ayudia Kirana (22) diminta oleh keluarganya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan di ibu kota. Namun, Nala menolak dengan alasan tidak ingin menyia-nyiakan gelar di belakang namanya. Ia bersikeras ingin mencari pengalaman kerja selama satu tahun terlebih dahulu sebelum benar-benar menetap di kampung. Keluarganya akhirnya menyetujui, dengan satu syarat: Nala hanya boleh bekerja selama satu tahun, tidak lebih. Sayangnya, baru tiga bulan bekerja di salah satu perusahaan ternama, Nala menyerah. Tekanan pekerjaan yang tinggi dan lingkungan kantor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya membuatnya kehilangan semangat. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan berdiam diri di kosan, tanpa keberanian untuk memberi tahu keluarganya. Raras-ibu Nala-yang kemudian mengetahui anak bungsunya sudah tidak bekerja lagi, segera mendesaknya untuk pulang. Sebelum Nala sempat menolak, Raras lebih dulu mengancam tidak akan lagi mengirimkan uang bulanan. Terpojok dan kehabisan pilihan, Nala akhirnya menyerah. Ia berkemas dan pulang ke kampung halamannya. Namun siapa sangka? Di antara hamparan sawah dan hari-hari yang membosankan di warung milik ayahnya, hadir Hanggara Wiratama (31), juragan tanah sekaligus pemilik peternakan ayam terbesar di desa tetangga, selain itu ia juga menjalankan usaha jual-beli beras yang ia bangun dari nol, tak lupa dengan usahanya di kota yang tidak banyak diketahui orang. Sosoknya yang tenang dan apa adanya membuat Nala belajar bahwa pulang bukan berarti kalah, melainkan menemukan tempat untuk tumbuh. Bersamanya, Nala menyadari bahwa tidak semua mimpi harus dikejar jauh ke kota, sebagian justru menunggu untuk ditemukan di rumah.

Più dettagli
WpActionLinkLinee guida sui contenuti