[END] Pasif

[END] Pasif

  • WpView
    Reads 9,137
  • WpVote
    Votes 1,417
  • WpPart
    Parts 40
WpMetadataReadComplete Sun, Sep 7, 2025
[COVER BY PINTEREST & PHONTO] Follow dulu sebelum membaca! Perempuan memang harus menuruti semua perkataan pria yang berstatus menjadi seorang pemimpin, namun bagaimana jika pemimpin itu sendiri tidak selayaknya seperti itu? Bahkan bisa dibilang hanya menumpang nama dalam suatu hubungan keluarga. Mirla, gadis remaja yang rela untuk tidak melanjutkan pendidikannya hanya karena batasan ekonomi keluarga dan memilih bekerja untuk menafkahi keluarga nya. Terutama untuk ibunya ia sangat ingin membawa keluar sang ibu dari lingkaran kemiskinan yang dibuat oleh ayahnya. Karena sang ayah tidak ingin bekerja, dengan berbagai alasan yang tidak karuan. Bagaimana dengan perjalanan Mirla selanjutnya? apakah tujuan pertamanya berhasil?
All Rights Reserved
#28
hubungankeluarga
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Rengkuh Rasa, Remuk Raga | ✔
  • Rekomendasi Cerita Wattpad
  • Mantan
  • My Lovely Boy (END)
  • ZONA REMAJA [COMPLETED]
  • HANCUR || Part 3✓
  • From a friend to lover?
  • Can I Touch Your Heart?
  • Untitled || Kevin Sanjaya
  • THE STARS [BTS JHOPE] [END]

Highest rank #1 poetry (21/03/2025) #1 poem (12/04/2025) #1 nonfiction (23/05/2025) #1 quote (15/02/2025) #1 syair (15/02/2025) #1 words (08/02/2025) #1 puisiindonesia (02/02/2025) #1 sastraindonesia (21/02/2025) #1 berpuisi (05/05/2025) #1 perih (15/03/2025) #1 antologi (15/02/2025) #1 wattpadpoetry (02/02/2025) #1 pencintasastra (02/02/2025) #2 diksi (15/05/2025) #6 favorit (23/05/2025) #9 aksara (08/02/2025) #12 nonfiksi (19/06/2025) #13 puisi (18/08/2025) #22 rasa (12/04/2025) #60 indonesiamembaca (10/03/2025) Manusia dan searsip perasaan tidak pernah ada selesainya. Rasanya aku ingin meraung, lelah terdistraksi oleh rumitnya pemikiran orang lain. "Belajarlah tumbuh dari luka," katamu berusaha membunuh resahku. Dalam sesak diriku menjawab, "dan semoga luka itu juga mau menerima aku." Aku tau seberapa sulitnya menjadi manusia, atau seberapa banyak sakit yang harus kamu tahan hanya karena tidak punya tempat berkeluh-kesah. Untuk tubuh-tubuh yang remuk oleh luka, sajak-sajak ini lahir untuk membimbingmu merengkuh seluruh perasaan. *** Seri Satu dari antologi puisi FOUR ©2025

More details
WpActionLinkContent Guidelines