SADEWA [ON GOING]

SADEWA [ON GOING]

  • WpView
    Reads 3
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Jun 21, 2025
Sadewa Erlangga laki laki berusia 18 tahun, yang memiliki tinggi badan 179cm dan muka yang sangar. tetapi di balik itu Sadewa sudah di jodohkan dengan perempuan yang bernama Noreen Alviera Noreen Alviera perempuan yang memiliki sejuta luka di tubuhnya serta di hatinya. ia tidak pernah mendapatkan kasih sayang sejak kecil dan selalu di siksa serta di tuntut sama orang tuanya. Namun siapa sangka noreen di jodohin dengan laki laki brengsek yang bernama Sadewa Erlangga. Sadewa sering memukuli Noreen serta ia tidak segan segan mengurung noreen di kamar mandi. ---------------------------------------- "Jalang murahan! Lo bisanya cuman nyusahim gua aja reen!" Sadewa Erlangga "Malam ini lo tidur di luar!" Sadewa Erlangga "T-tapi di luar hujan+dingin sa.." Noreen Alviera "Lo jalang kan? Sini gua pake tubuh lo yang murahan itu!" Sadewa Erlangga ----------------------------------------------- WARNNN!! karya ini murni hasil karya author!
All Rights Reserved
#889
sadend
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • The Time
  • I'm Not Just a Figuran
  • EVANESCENT
  • Transmigrasi Ziora
  • Tsundere Maniak Susu
  • Blueprint Pelarian Villain
  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA
  • GHAIKA (REVISI)
  • GRAVARENZO
The Time

Tiga tahun Jeselyn Ananta menghabiskan waktunya mengejar bayang-bayang tunangan nya, Leon Gamalio. Baginya, Leon adalah segalanya. Namun, malam itu mengubah segalanya. Hantaman keras sebuah truk di persimpangan jalan gelap membuat nya berada di ambang maut, dalam koma yang panjang, jiwa Jeselyn melayang masuk ke sebuah masa depan yang tak pernah ia bayangkan. Ia melihat dirinya sendiri dalam versi yang lebih dewasa, lebih rapuh, dan hancur di tengah kemewahan sebuah rumah megah. "Mau ke mana lagi?" tanya Jeselyn masa depan dengan suara serak akibat tangis. "Menemani wanita yang sedang mengandung anakku," jawab Leon dingin, tanpa sedikit pun menoleh. Kenyataan pahit itu menghujam jantung Jeselyn. Pernikahan yang ia impikan ternyata hanyalah penjara tanpa cinta.

More details
WpActionLinkContent Guidelines