XAVIER🐮

XAVIER🐮

  • WpView
    Reads 2,791
  • WpVote
    Votes 121
  • WpPart
    Parts 12
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Oct 22, 2025
Xavier adalah anak dari keluarga Demaric. Tapi tidak pernah sekalipun ia diakui. Sang ayah menolak memberinya nama belakang keluarga. Yang ia warisi hanya kekerasan, teriakan, dan perintah-bukan kasih sayang. Meski begitu, di lubuk hatinya yang paling dalam, Xavier masih berharap dicintai. Namun tekanan demi tekanan, luka demi luka... perlahan mengubahnya menjadi sosok yang bahkan ia sendiri tak kenal lagi. Di usia 14 tahun, Xavier di pindahkan ke sekolah baru dan di tempatkan ke kelas XI SMA. Bukan karena jenius. Bukan karena prestasi. Melainkan karena sebuah misi gelap yang diberikan oleh ayahnya: "Lukai dia." "Tidak!" "Jika kau menentang, kau tahu apa yang akan kulakukan." Targetnya: Si bungsu dari keluarga Castellanor. Seseorang yang tak punya salah-tapi harus disakiti. Kenapa? Apa ada hubungannya dengan foto wanita dan anak kecil yang perna iya liat di ruang kerja sang ayah? Semakin jauh Xavier melangkah, semakin dalam pula rahasia masa lalu yang terkuak. Rahasia yang bisa menghancurkan dua keluarga besar-dan dirinya sendiri. "Aku hanya ingin dicintai... tapi kenapa dunia menjadikanku senjata?"
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • The Time
  • GHAIKA (REVISI)
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA
  • EVANESCENT (HIATUS)
  • I'm Not Just a Figuran
  • Tsundere Maniak Susu
  • Transmigrasi Ziora
  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • Blueprint Pelarian Villain
  • GRAVARENZO
The Time

Tiga tahun Jeselyn Ananta menghabiskan waktunya mengejar bayang-bayang tunangan nya, Leon Gamalio. Baginya, Leon adalah segalanya. Namun, malam itu mengubah segalanya. Hantaman keras sebuah truk di persimpangan jalan gelap membuat nya berada di ambang maut, dalam koma yang panjang, jiwa Jeselyn melayang masuk ke sebuah masa depan yang tak pernah ia bayangkan. Ia melihat dirinya sendiri dalam versi yang lebih dewasa, lebih rapuh, dan hancur di tengah kemewahan sebuah rumah megah. "Mau ke mana lagi?" tanya Jeselyn masa depan dengan suara serak akibat tangis. "Menemani wanita yang sedang mengandung anakku," jawab Leon dingin, tanpa sedikit pun menoleh. Kenyataan pahit itu menghujam jantung Jeselyn. Pernikahan yang ia impikan ternyata hanyalah penjara tanpa cinta.

More details
WpActionLinkContent Guidelines