Sisa Nafas

Sisa Nafas

  • WpView
    Reads 76
  • WpVote
    Votes 17
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadComplete Sat, Jun 21, 2025
Menceritakan seorang remaja bernama rizan yang hidup di bawah bayang-bayang keluarga yang tidak memberinya cinta, berjuang untuk bertahan di tengah luka yang tak terlihat. Dengan hanya secercah harapan dari buku tua misterius dan teman-temannya, ia mencoba melangkah maju meski harus menghadapi penyakit mematikan yang perlahan merenggut hidupnya. Di tengah derita, ia belajar arti kekuatan, cinta, dan warisan yang ingin ia tinggalkan bagi dunia.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Blueprint Pelarian Villain
  • Transmigrasi Ziora
  • Tsundere Maniak Susu
  • EVANESCENT
  • Hey, Enemy!
  • GRAVARENZO
  • BRONDONG || BL Lokal
  • I'm Not Just a Figuran
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA
  • Little Prince

Flora Severian terbangun sebagai Hazellette Ashcroft, istri Duke dalam novel fantasi sejarah. Figuran yang akan dihancurkan oleh tokoh utama wanita, Mantan kekasih Duke, anak pelayan yang ditakdirkan merebut segalanya, karakter badass yang membuat hubungan Hazellette dengan suaminya kandas. Flora mengerti satu hal begitu masuk ke novel, Jika dia bertahan dia akan dihancurkan, karena itu pilihan Flora hanya kabur... menghapus namanya dari cerita. Dalam novel ini, istri Duke tidak akan pernah diselamatkan. Hazelletta akan disingkirkan... lalu dilupakan. Dia harus membuat dunia percaya dia mati. Lalu tokoh utama akan mengambil alih segalanya dan cerita berjalan tanpanya. Asal bisa hidup tenang Hazel tidak peduli apapun. Tapi takdir tidak pernah benar-benar berteman dengannya. Karena anak yang dia tinggalkan bukan anak biasa. "Jika aku kembali suatu hari, apa dunia ini masih akan memberiku tempat?" -Hazellette Ashcroft- "Kuburkan petinya! Itu hanya peti kosong. Aku akan menemukannya kembali... apa pun bentuknya. Istriku terlalu cerdas untuk mati begitu saja." -Gillian L. Grandwood-

More details
WpActionLinkContent Guidelines