Anak hasil gilir?
Haha-kenalin, ini Arutala.
Arutala adalah anak yang sejak awal kehadirannya tak pernah diinginkan oleh ibunya sendiri.
Ia lahir dari sebuah hubungan gelap yang kelam, terjadi ketika sang ibu berada dalam kondisi mabuk dan kehilangan kesadaran, lalu menjadi korban pergiliran oleh empat pria.
Ironisnya, pada saat kejadian itu, ibunya masih berstatus sebagai seorang istri-memiliki suami, juga anak yang sah.
Sejak hari Arutala dilahirkan ke dunia, ia bukan disambut sebagai anugerah, melainkan sebagai aib yang harus ditanggung.
Keberadaannya menjadi pengingat akan masa lalu yang ingin dilupakan sang ibu, dan karena itulah Arutala tumbuh tanpa pernah merasakan hangatnya kasih sayang seorang ibu.
Hingga usianya menginjak enam belas tahun, Arutala tak pernah sekalipun mendapatkan pelukan, pujian, atau sekadar kata lembut. Di rumah yang seharusnya menjadi tempat pulang, ia justru diperlakukan layaknya babu.
Semua pekerjaan kotor dan melelahkan dilimpahkan padanya, seolah keberadaannya hanya pantas untuk melayani.
Lebih menyakitkan lagi, ibunya bahkan enggan menyebut Arutala sebagai anak. Tak ada panggilan sayang, tak ada pengakuan. Bagi sang ibu, Arutala bukan darah daging-melainkan kesalahan hidup yang terus berjalan, bayangan masa lalu yang tak pernah benar-benar bisa dihapus.
YANG MAU COPY JAUH² ANJING.👹
Keana adalah desainer interior blasteran Indo-Inggris yang sialnya memungut ular hitam sekarat di trotoar Sudirman hanya untuk mendapati makhluk itu berubah jadi manusia bernama Lucas Draven. Pangeran Mahkota dari Kerajaan Ophiuchus ini nekat menembus waktu demi satu ramalan, Ia harus menghamili manusia berdarah campuran untuk memutus kutukan di jantungnya. Hidup Keana seketika berubah dari sibuk mengurus klien menjadi sibuk menghadapi tuntutan gila seorang penguasa dimensi lain.
"Kau pikir aku kucing, bisa melahirkan anak sebanyak itu?!" Keana meledak saat Lucas dengan wajah datar menuntutnya memberikan banyak pewaris dalam waktu singkat. Lucas hanya menatapnya dingin dengan mata emasnya yang tajam sambil menyahut, "Waktuku tidak banyak, Keana. Kau adalah kunci keselamatan takhtaku, suka atau tidak."
___
"Nngghhh! Lucas!" Keana memekik, kepalanya mendongak ke belakang saat merasakan kepuasan yang luar biasa memenuhi dirinya.
Kini, apartemen Keana menjadi sasaran pembunuh dari pemberontak Ophiuchus yang mulai menyusup ke Jakarta. Di sela hiruk-pikuk kota, Keana harus memilih antara logika warasnya atau menyerahkan diri sepenuhnya pada takdir bersama sang pangeran ular.