Di usia yang telah menginjak dua puluh tujuh tahun, pernikahan seolah menjadi dongeng romantis yang semakin asing-hanya diaminkan dalam diam, namun terasa jauh dari jangkauan. Pertanyaan 'kapan nikah' yang kerap menyapa, kini tak lagi terdengar seperti doa, melainkan teror yang menuntut jawaban instan. Namun,takdir memiliki selera humor yang unik. Sebuah kesalahan sepele-salah mengantarkan menu pesanan-justru mempertemukannya dengan seorang laki-laki asing. Anehnya, alih-alih mereda, pertemuan itu justru menjeratnya ke dalam sebuah tawaran konyol yang sulit dipercaya, membawanya melangkah ke arah yang tak pernah ia duga sebelumnya. "Justru karena itu, ayo menikah. Agar kita punya seumur hidup untuk saling mengenal lebih dekat."
More details