
Dulu Jenaya terus memikirkan apa alasan paling tepat saat dua orang yang memiliki hubungan berakhir begitu saja. Banyak sekali kemungkinan-kemungkinannya, yang paling tragis berpisah karena kematian, yang paling penuh drama berpisah karena tidak direstui orang tua dan perpisahan-perpisahan lainnya seperti; berpisah karena sudah tidak sejalan, sudah memiliki tujuan yang berbeda, sudah lelah dengan satu sama lain, sudah muak dengan masalah yang itu-itu saja namun tak kunjung berakhir atau sudah menempatkan hati di tempat lain--di tempat yang tidak seharusnya ada. Semua itu terasa menyakitkan. Pantas saja teman-temannya selalu menangis tersedu-sedu saat bercerita tentang "putus" dengan kekasihnya. Namun tidak terpikir olehnya jika ada satu perpisahan yang dirangkai dengan sangat baik. Menggunakan kalimat-kalimat menenangkan dengan kata yang dibuat untuk tidak menyakiti, dengan senyuman dan tatapan hangat, juga ucapan terima kasih yang begitu tulus. Rasanya jauh lebih menyakitkan dari semua kemungkinan yang ada.Hak Cipta Terpelihara
1 bahagian