Mata Koin

Mata Koin

  • WpView
    MGA BUMASA 59
  • WpVote
    Mga Boto 24
  • WpPart
    Mga Parte 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeHuling na-publish Thu, Jul 17, 2025
Saya akan memberi sedikit sinopsis tentang komunitas kami: Fakultas buku dihadirkan oleh kanda Han dan teman-temannya. Saat mereka, masih hidup di semester empat. Hanya dengan satu alasan yang konsisten: antitesis dari organisasi kampus. Saat pertama kali mendengar tentang Fakultas Buku, dalam hati langsung berkata: oke, saya harus jauh-jauh dari komunitas itu. Tapi, nasib berkata lain: manusia pertama, 'si paling' rajin promosi dari angkatan kami, adalah Nisa. Dia sering meneror saya dengan satu slogan tak resmi: ayo gabung bersama Fakultas kami. Dimana pun dan kapan pun. Bahkan ketika di kelas (kira-kira pertengahan semester dua) biarpun dosen sedang mengajar dia akan tetap menganggu saya. Misalnya, dia pernah menyodorkan secarik kertas yang tertulis: jika kau ikut, saya janji ikut kau juga. Konsentrasi saya, yang memang dibawah standar manusia normal, langsung terpecah-antara ceramah dosen tentang hitungan dan kertas jahil Nisa: "Permainan kata apa ini?" bisik saya pelan. Heran. Dia memberikan kertas lagi, tertulis: Bagaimana? Sudah pas? Persis dengan kebiasaanmu? AYO GABUNG BERSAMA FAKULTAS KAMI.
All Rights Reserved
Sumali sa pinakamalaking komunidad ng pagkukuwentoMakakuha ng personalized na mga rekomendasyon ng kuwento, i-save ang iyong mga paborito sa iyong library, at magkomento at bumoto para lumago ang iyong komunidad.
Illustration

Magugustuhan mo rin ang

  • ATMA FATAMORGANA
  • The Place You Left Me (Menuz) [END]
  • My Step Mom? [END] ✔️
  • Unexpectedly Yours
  • Dua Langit Berbeda
  • Gila!?, Gue Jadi Kucing?! (Hiatus)
  • BOUND WITHOUT LOVE (END)
  • GAREL ; POSESIF BROTHER
  • Stealing My Husband
  • MOTHER

"Jadilah seperti lumut: ada, tapi tidak terlihat, dan kalau bisa jangan diinjak." Itulah moto hidup Sevanja Nandhira. Sebagai mahasiswi Seni Rupa di Universitas Brahmana yang isinya anak-anak sultan, Sevan lebih memilih menjadi "Cewek Suram" yang hobi begadang demi deadline gambar daripada harus bersosialisasi. Strateginya sederhana yaitu hindari keramaian, gunakan jalur tikus, dan tetap berada di luar Radius Seratus Meter dari orang-orang populer. Terutama dari Adiaksa Ranjaya Jasvanta. Aksa adalah segalanya yang Sevan hindari karena tinggi 185, bintang Ice Hockey, salah satu mahasiswa terkenal orang terkaya di kampus yang dijuluki Vanguard, dan memiliki aura "lampu sorot" yang menyilaukan. Bagi Sevan, Aksa adalah intimidasi visual dan gangguan dalam hidupnya. Lari cepat setiap kali melihat ujung jaket hoki Aksa adalah olahraga wajib. Namun, Sevan tidak tahu satu rahasia besar. Aksa bukan sekadar cowok populer yang iseng. Aksa adalah kolektor rahasia dari karya-karya digital anonim milik Sevan yang sangat emosional. Baginya, Sevan bukan sekadar "gadis berantakan" yang hobi kabur. Sevan adalah pelukis hantu yang selama ini ia kagumi karyanya. Kini, sang Forward tim hoki itu telah mengunci targetnya. Bukan di lapangan es, melainkan di lorong-lorong sempit fakultas seni. Dimulai dari satu krat susu coklat hingga aksi kejar-kejaran absurd yang bikin heboh satu kampus, Aksa bertekad menembus zona nyaman Sevan yang sekecil kotak pensil itu. Sanggupkah Sevan mempertahankan jaraknya, atau justru ia akan terjebak dalam pesona "Beruang" yang ternyata tidak se-polos kelihatannya? ~~~ DILARANG PLAGIAT (⁠ノ⁠`⁠Д⁠'⁠)⁠ノ⁠彡⁠┻⁠━⁠┻ pernah di unpublish karena di revisi. #01 teenfiction [ 20 Maret 2026] #01 absrud [ 20 Maret 2026] #01 gambar [ 20 Maret 2026] #01 fiksi [31 Maret 2026] #02 komedi [ 20 Maret 2026]

Karagdagang detalye
WpActionLinkMga Alituntunin ng Nilalaman