Throne Of Revenge - PerthSanta AU (END)
Di negeri yang dipenuhi kemewahan dan intrik istana, seorang pemuda membawa luka lama yang membara dalam diam.
Santa Pongsapak-nama yang ia ciptakan untuk menyembunyikan identitas aslinya, Aiyara-telah menunggu empat belas tahun untuk satu momen ini. Pada usia tujuh tahun, ia menyaksikan segalanya: desanya terbakar, keluarganya tewas, dan bendera Kerajaan Rattanakosin berkibar di atas puing-puing kehidupan yang ia kenal. Sejak malam itu, hanya ada satu hal yang menggerakkan setiap detak jantungnya: balas dendam.
Kini, di usia dua puluh satu tahun, Santa telah menempa dirinya menjadi senjata yang sempurna. Wajahnya adalah perangkap-begitu indah hingga siapa pun yang menatapnya akan terpikat, begitu mempesona hingga para bangsawan rela berlutut. Rencananya sederhana namun mematikan: menyusup ke istana sebagai pelayan, merayap naik ke ranjang Raja, dan dari posisi tertinggi sebagai Permaisuri, ia akan menghancurkan segalanya dari dalam.
Namun rencana yang telah ia susun dengan sempurna itu mulai menghadapi variabel tak terduga ketika Pangeran Phayathorn Rattanakosin-yang lebih dikenal sebagai Perth-menatapnya untuk pertama kali.
Perth, putra mahkota yang selama ini menjauh dari tahta dan intrik politik, tidak pernah percaya pada cinta pada pandangan pertama. Baginya, kekuasaan hanyalah beban yang ingin ia hindari. Tapi ketika matanya kelak bertemu dengan mata Santa, sesuatu yang terkubur dalam-dalam di dadanya akan terbangun-obsesi yang mengerikan, posesif, dan membakar segalanya.
Sementara itu, Santa terus melangkah dengan rencananya. Baginya, Perth hanyalah bidak lain di papan catur balas dendamnya. Ketika bibirnya kelak mengucapkan kata-kata, "Aku akan bersamamu jika kau menjadi Raja," ia tidak mengucapkannya dengan keraguan atau perasaan-hanya dengan perhitungan dingin. Ia tidak menyadari bahwa ia baru saja menyalakan api yang akan membakar seluruh kerajaan-termasuk mungkin, rencananya sendiri.