Namaku Ila. Hidupku kayak es campur: manis, asem, rame, tapi selalu bikin nagih.
Ada hari-hari yang rasanya kayak drakor, penuh plot twist dan air mata. Tapi ada juga hari yang absurd banget, kayak komedi lokal yang bikin ketawa ketiwi sendiri.
Di antara drama remaja, keluarga yang nggak sempurna tapi hangat, dan sahabat yang selalu ada, aku belajar satu hal:
Aku masih punya tempat buat pulang. Meski.. kadang bukan ke rumah, tapi ke hati orang-orang yang aku sayang.
Dan di sela semua itu ada seseorang.
Seseorang yang bikin aku sadar kalau cinta bisa tumbuh dari hal-hal kecil. Dari kebiasaan sederhana. Dan menjadi tempat ternyamanku untuk pulang.
Ini bukan kisah hidup yang perfect atau rumah yang megah dan mewah.
Ini tentang tawa kecil, rasa sayang yang nggak selalu diucapin, dan perasaan yang tumbuh diam-diam dari hal-hal sepele. Tentang keluarga, sahabat, dan seseorang yang bikin aku ngerti arti kata pulang.
Pulang itu sesederhana disapa dengan tulus. Karena rumah itu nggak selalu tentang tembok dan atap. Kadang, cukup hati yang bikin kamu pengen balik.
Ini pengalaman pertamaku bikin cerita. Maaf kalau masih ada yang kurang rapi atau belum sempurna. Kalau kalian ada saran atau masukan, boleh banget ditulis di komentar 🤍 biar aku bisa belajar lebih baik lagi~
Todos los derechos reservados